Prosesi Jumat Agung, Peziarah Dilarang Ambil Gambar

RABU, 12 APRIL 2017

LARANTUKA — Selama mengikuti prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka, para peziarah dilarang mengambil gambar menggunakan telepon genggam dan menelpon agar ibadah berjalan khidmat dan tidak mengganggu umat lainnya.

Petugas keamanan kapela berbaju biru yang menjaga keamanan di sekeliling patung Tuan Ma.

Demikian disampaikan Yodi Fernandez, Kepala Seksi Keamanan Panitia Semana Santa, Rabu (12/4/2017) kepada wartawan terkait hasil pertemuan seksi keamanan Semana Santa yang dilaksanakan di gereja Katedral  Larantuka, Senin (10/4/2017).

Dalam pertemuan  yang dipimpin oleh Romo David Doni, Pr dan dihadiri oleh aparat Polres Flotim, Kodim 1624 Flotim, para pemuda Katolik dan remaja masjid serta Pramuka ini, sebut Yodi, semua peziarah diminta untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Peziarah juga, sambungnya, dilarang duduk di sepanjang trotoar jalan yang menjadi rute prosesi serta berfoto selfie di depan Kapel Tuan Ma dan Tuan Ana. Selama prosesi juga peziarah harus menonaktifkan telepon genggam miliknya agar fokus beribadah.

“Peziarah harus menyatu dengan umat lainnya untuk beribadah selama prosesi berlangsung sehingga berfoto selfie sangat tidak diharapkan untuk menjaga suasana selama prosesi tetap khusyuk,” ungkapnya.

Imbauan ini, jelas Yodi, sudah disampaikan kepada lingkungan kampung dan pihak kelurahan agar memberitahukannya kepada para peziarah yang menginap di wilayah mereka.

Dirinya menambahkan, para pemuda kapela juga telah diimbau untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peziarah dan menjaga tutur kata serta mengedepankan sopan santun selama bertugas menjaga keamanan di kapela.

“Kita harus menggunakan cara-cara manusiawi dan dapat diterima dalam menegur peziarah serta jangan menggunakan suara keras,” pesannya.

Romo David menambahkan, untuk keamanan selama pekan Semana Santa, panitia Semana Santa melibatkan aparat kepolisian dari Polres Flores Timur (Flotim), Kodim 1624 Flotim, Orang Muda Katolik, Remaja Masjdi, Pramuka, serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kupang.

Pastor paroki gereja Katedral Reniha Rosari Larantuka ini berharap agar segenap umat Katolik di Kota Larantuka bisa menyambut kedatangan para peziarah dengan memberikan pelayanan yang baik agar peziarah bisa merasa aman dan nyaman selama berada di Larantuka.

Ritual prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka.

“Kami berharap umat di Kota Reinha bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para peziarah dari luar daerah yang datang mengikuti proses Jumat Agung yang sudah berlangsung selama lebuh dari lima abad ini,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Source: CendanaNews

Lihat juga...