Ini Cara Senkudaya Memberdayakan Warung Kecil di Padang

SENIN, 3 APRIL 2017

PADANG — Sejak berdiri pada 2014,  Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya) kerap membantu memberdayakan warung kecil yang tersebar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kehadiran Senkudaya bersinergi dengan Tabur Puja untuk mengentaskan kemiskinan.

Salah satu warung nasabah Senkudaya di Padang.

 Ketua Koperasi Hidayah LKKS Sumbar Dewi Novita mengatakan, saat ini telah ada 300 warung kecil (warung kelotong atau warung serba ada-red)  yang menjadi nasabahnya Senkudaya, yang terdiri dari warung yang merupakan nasabah Tabur Puja di sejumlah Posdaya, dan juga warung mandiri (bukan merupakan nasabah Tabur Puja).

Menurut Dewi kehadiran Senkudaya tidak hanya menunggu adanya masyarakat yang datang atau mengajukan diri untuk menjadi nasabahnya. Tim dari Senkudaya juga turun langsung menemui warung-warung masyarakat yang dinilai butuh untuk dibantu.

“Kami membantu warung-warung masyarakat itu, bukan berupa uang, tapi berupa barang yakni barang yang bisa dijual di warung. Senkudaya memberikan solusi kepada warung-warung yang masih terkendala dengan permodalan untuk menambah isi warungnya,” jelasnya, Senin (3/4/2017).

Ia menyebutkan, barang-barang yang tersedia di Senkudaya itu sangat lengkap, sehingga apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat tersedia. Jikapun tidak ada yang dibutuhkan, maka dari Senkudaya akan mencarinya untuk memenuhi kebutuhan yang kurang itu.

Dewi menjelaskan, mekanisme untuk memberikan modal isi warungnya, ialah bagi masyarakat yang ingin mengembangkan warungnya, akan dibantu dengan barang atau belanja isi warungnya senilai Rp500.000 yang disediakan di Senkudaya tersebut.

“Setelah mereka menjadi nasabah, maka dalam hitungan 10 hari, para nasabah diminta untuk membayarkan belanja Rp500.000 itu ke Senkudaya. Jadi, bagi nasabah yang bisa memenuhi tenggang waktu yang diberikan itu, maka selanjutnya diperbolehkan untuk melanjutkan membeli sejumlah kebutuhan warungnya,” ucapnya.

Ketua Koperasi Hidayah LKKS Sumbar Dewi Novita yang memperlihatkan aplikasi lapauminang.com yang merupakan salah satu promosi jualan Senkudaya.

Sementara bagi nasabah yang tidak mampu untuk membayarkan belanjanya selama 10 hari secara penuh, maka belum diperbolehkan menambahkan belanja ke Sekundaya. Misalnya, nasabah hanya mampu membayarkan Rp300.000 dari nilai belanja Rp500.000, maka nasabah itu perlu melunasinya dulu.

Ia mengakui, persoalan tersebut wajar dialami oleh warung-warung milik masyarakat yang tergolong kurang mampu. Senkudaya tidak terlalu menekankan untuk melunasinya, tapi Senkudaya akan merangkul mereka dan membina, agar usaha warung yang dijalaninya berjalan dengan baik.

Menurutnya, sejauh ini dari 300 warung yang telah menjadi nasabah Senkudaya, hampir rata-ratanya berjalan dengan baik.  Hanya sebagian kecil saja yang mengalami kendala, yaitu usaha warung yang baru berdiri. 

Ia menyatakan dari survei yang dilakukan di lapangan, kendala warung baru yang sulit untuk berkembang itu, karena belum memahami pasar, sehingga barang jualan yang ada di warungnya tidak begitu banyak terjual.

Untuk mengatasi persoalan itu, Senkudaya menerapkan peraturan bagi nasabah yang demikian. Caranya, ujar Dewi, yakni dari Senkudaya akan meminta kepada nasabah untuk mengembalikan barang yang telah dibelikan di Senkudaya. Barang tersebut akan digantikan dengan barang yang dinilai lebih laku oleh nasabah terkait.

“Jadi, mereka boleh tukar, dengan barang yang dinilai mereka banyak dibeli oleh konsumen. Misalnya mie instan tidak laku sementara pop ice lebih banyak terjual dengan bahan minuman lainnya, jadi mie instan tadi, boleh ditukarkan dengan pop ice itu. Intinya, kita tidak ingin mempersulit masyarakat, karena kita ingin masyarakat terbantu,” ungkapnya.

Di Kota Padang sendiri, hampir diseluruh kelurahan ada yang menjadi nasabah Senkudaya tersebut. Hal ini berkat kerjasama dengan pihak Pemerintahan Kelurahan dan juga Kecamatan di Padang, yang menganjurkan warganya untuk menjadi nasabah Senkudaya.

Dikatakannya, nasabah di Senkudaya paling dominan merupakan warung mandiri, sementara warung dari nasabah Tabur Puja yang tergabung di setiap Posdaya hanya sebagian kecilnya.  Senkudaya dan Tabur Puja merupakan produknya Damandiri juga, dan awalnya bersinergi.

“Terget kita itu warung Posdaya. Hanya saja ada ketidaksanggupan dari nasabah saat membayarkan pinjaman kreditnya, seperti nasabah Tabur Puja perlu membayarkan pinjaman kreditnya setiap minggu, sementara jika menjadi nasabah Senkudaya juga, maka akan terjadi pembayaran kreditnya menjadi ganda.  Itu sebabnya lebih banyak dari warung masyarakat yang menjadi nasabah Senkudaya, ketimbang dari warung Posdaya,” paparannya.

Hanya Ada di Kota Padang 

Sementara itu, Supervisor Damandiri Area V Sumatera Barat, Edi Suandi menambahkan, untuk Senkudaya tersebut, hanya ada di Kota Padang  dan tidak terdapat di daerah lain.

“Keberadaan Senkudaya ini hanya berbeda sekira enam bulan dari Tabur Puja. Sementara Tabur Puja ada di Sumbar pada  awal 2014, dan Senkudaya hadir di Padang menjelang akhir  2014,” jelasnya.

Menurutnya, hadirnya Senkudaya dan Tabur Puja mempunyai  tujuan yang tidak jauh berbeda yakni untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, dan membantu pemerintah dalam hal mengurangi jumlah kemiskinan.

Hanya saja, Senkudaya membantu soal penyediaan barang yang dibutuhkan dalam berjualan di warung-warung yang seperti minimarket, serta menjual barang-barang secara grosir dan enceran. Barang-barang kebutuhan berjualan itu dijual dengan cara memberikan barang yang dibutuhkan dengan nilai Rp500.000 yang sedikan dalam bentuk barang, dan pembayaran belajannya itu dibayarkan rentang waktu 10 hari.

Sementara Tabur Puja, memberikan pinjaman modal usaha. Jadi Tabur Puja memberikan dalam bentuk uang dengan pinjaman modal usaha awal Rp2 juta, dan dibayarkan secara kredit satu kali dalam satu minggu.

“Untuk Senkudaya ini saya lihat berjalan dengan baik. Tujuan membantu masyarakat, telah terlihat dampak yang bagus bagi masyarakat,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...