SELASA, 4 APRIL 2017
JAYAPURA — Dinas Pendidikan Kota Jayapura berikan piagam penghargaan kepada sepuluh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Jayapura atas karya yang telah dibuktikan melalui sebuah buku sastra berjudul Punah.
| Kepala SMA Negeri 2 Jayapura, Christina D.Widyastuti. |
Pemberian piagam penghargaan ini sebagai bukti bahwa pelajar di Kota Jayapura dapat membukukan nama mereka ke dalam buku sastra yang telah habis terjual dan masih diminati masyarakat beberapa kota di Indonesia.
Lebih dari delapan bulan lamanya Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa dan Kepala SMA Negeri 2 Jayapura Christina D.Widyastuti, menepati janji mereka yang telah lama ditunggu-tunggu sepuluh pelajar tersebut.
Sepuluh pelajar yang menulis buku sastra berjudul Punah menjadi buku satu-satunya di Papua dan Papua Barat yang dibuat oleh kalangan pelajar tingkat SMA. I Wayan Mudiyasa selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura meminta maaf atas keterlambatan pemberian piagam penghargaan kepada murid-murid itu.
“Saya sangat berterima kasih kepada kepala sekolah dan guru pendamping. Sehingga kami berikan penghargaan kepada sastarawan-sastrawan muda ini yang lahir di SMA Negeri 2 Jayapura,” kata I Wayan Mudiyasa usai proses pemberian piagam penghargaan di lapangan apel SMA Negeri 2 Jayapura, Selasa (4/4/2017).
Selama ini, diakuinya, belum pernah ada di sekolah-sekolah manapun, secara khusus di Papua dan Papua Barat, penghargaan semacam ini. Semoga hal ini akan menyebar bagaikan virus ke semua sekolah terutama kepada anak-anak SMP, SMA maupun SMK.
“Saya harap sekolah-sekolah lain marilah lihat ke kanan dan ke kiri, jangan hanya melihat ke depan. Karena satu torehan ini sungguh luar biasa. Kami dari Pemerintah Kota Jayapura berikan apresiasi kepada anak-anak ini,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 2 Jayapura Christina D.Widyastuti, mengaku, salut akan prestasi yang diraih anak didiknya. Menurut Widyastuti, itu adalah satu upaya yang keras lantaran mereka melakukannya di luar proses kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
“Salut dengan guru pembimbingnya yang terus mengajar, baik di sekolah, di luar jam sekolah, bahkan sampai ke rumah anak-anak ini. Sehingga hasil yang didapat membuat nama harum sekolah ini,” kata Christina.
Ke sepuluh siswa-siswi SMA Negeri 2 yang telah membukukan namanya yakni, Annisa Infandi, Hilbrand Tuanakotta, Kintan Adhelvyana, Dwiguna Fabanyo, Laura Elsa Kabuare, Nila Margi Jihani, Nilawati Dwiputry, Sundari, Takdir, Wilfred Palangan, dan Yuliana Aksamina Siriyey.
| Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa. |
Dalam proses pemberian piagam penghargaaan dari Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan pihak sekolah, menyatukan satu paket pemberian piagam kepada pelajar-pelajar yang sukses mengharumkan nama SMA Negeri 2 Jayapura di antaranya Kelompok Sastrawan yang keluarkan buku Punah, juga Juara Umum OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat provinsi, dan prestasi non akademik seperti bola basket.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta