Berkat Tabur Puja, Marsenah Sajikan Nasi Uduk Empat Jam Ludes

SELASA, 4 APRIL 2017

JAKARTA — Nasi Uduk, jenis makanan yang terbuat dari nasi putih yang dikukus dengan santan yang berasal dari parutan kelapa. Sedap rasanya jika ditambahi bumbu pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica. Lebih nikmat lagi jika disajikan dengan emping goreng, irisan tahu goreng dan irisan telur goreng, abon, kering tempe, bawang goreng, timun dan sambal.

Ketua Posdaya Jeruk, Novita Setiawati dan Anggota Tabur Puja Posdaya Jeruk, Hajah Masenah (baju batik biru) di depan warung usaha nasi uduknya.

Nasi uduk ini yang menjadi usaha yang dijalankan oleh Hj. Marsenah (56), Anggota Posdaya Jeruk yang berada di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sejak pukul 06.00 WIB (pagi hari) ia sudah menyiapkan barang dagangannya untuk dinikmati warga yang memerlukan sarapan pagi sebelum beraktivitas.

Tempat berjualan Nasi uduk yang berada di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Lenteng Agung itu. Nasi uduk buatan Marsenah selalu laris manis. Biasanya hanya dalam waktu empat jam nasi uduknya telah habis.

Kesederhanaan sajian makanan dan harganya yang terjangkau mampu memikat perhatian orang sehingga tertarik untuk membeli Nasi uduknya.

“Saya buka mulai jam 06.00 pagi dan jam 10.00 siang sudah habis, saya jual Rp5 000 setiap porsinya,” ujar Ibu itu yang terlihat tegar walau sudah lanjut usia.

Keberhasilan dalam usahanya itu, ia mengaku sudah melewati tantangan hidup yang tidak mudah. Berawal dari memiliki niat untuk berwirausaha tapi tidak memiliki modal untuk mengawalinya.

Keberuntungan menyertai langkahnya, berkat kabar dari teman dan tetangga, ia mengetahui adanya Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang memiliki Program Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).

Akhirnya diawali keinginan untuk coba-coba akhirnya ia menjadi anggota Posdaya Jeruk yang berada di RW 2, 3 dan 4 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat awal keanggotan ia mengajukan diri untuk mengajukan Program Tabur Puja yang memberikan pinjaman awal sebesar Rp2 juta kepada setiap anggota baru yang mengajukan pinjaman.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, prinsip itu yang dipakai oleh Hj. Marsenah ini. Setelah pinjaman turun ia langsung menjalankan usahanya itu, bahkan ia menambah menu yang disediakan dalam warung kecilnya itu.

Jika nasi uduk sudah habis pada pukul 10.00 WIB, ia tetap membuka warungnya dan melanjutkan usaha dagangnya dengan berjualan Asinan, Kue Kering dan Teh Poci.

Kini ia sudah memasuki tahun ketiga dalam mengikuti Program Tabur Puja. Ia mengaku, berawal dari pinjaman uang sebesar Rp2 juta dan dengan persyaratan yang ringan tanpa agunan serta sistem tanggung jawab dalam bentuk Tanggung Renteng itu menyebabkan ia masih tetap membuka usaha dengan dana pinjaman sembari membangun semangat gotong royong antar tetangga.

“Kreditnya mudah, tanpa jaminan macam-macam, terus tanggung renteng. Itu yang membuat sesama anggota lebih dekat lagi karena saling mengingatkan dan saling membantu,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Jeruk merupakan salah satu unit Posdaya di Provinsi DKI Jakarta yang berkedudukan di Rukun Warga (RW) 2, 3, dan 4 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta  Selatan. Posdaya merupakan salah satu bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat yang diinisiasi oleh Yayasan Damandiri dalam programnya yang bernama Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).

Jurnalis: Bayu A Mandreana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Bayu A Mandreana

Lihat juga...