Tanggul Sungai Citundun Jebol, Rumah Warga Terancam Ambruk

RABU, 1 MARET 2017

CIAMIS — Rumah Parmin (50) warga di Dusun Ciparakan, RT 03 RW 01, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berlokasi tidak jauh dari tanggul Sungai Citundun terancam ambruk. Pasalnya tanggul yang rusak sejak lima bulan lalu, hingga kini belum juga diperbaiki.

Jebolnya tanggul membuat rumah warga terancam ambruk.

Kondisi itu membuat warga lainnya resah, terutama mereka yang tinggal tidak jauh dari aliran sungai. Akibat rusaknya tanggul juga, menyebabkan banjir kerap mengancam pemukiman penduduk karena luapan Sungai Citundun.

“Sejak tanggul dalam kondisi rusak, hingga saat ini jebol, pemerintah belum juga memperbaiki. Akibatnya, setiap hujan tiba dan Sungai Citundun, kerap kali meluap, kami warga kerap kebanjiran,” ujar Parmin.

Menurut Parmin, ketika banjir datang kepanikan dipastikan menghatui keluarga mereka, pasalnya tanggul jebol yang berada dibelakang rumahnya tesebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Bahkan dengan jebolnya tanggul sungai tersebut pemukiman penduduk didaerah tersebut juga ikut terancam.

“Daerah sini pernah diterjang banjir dengan ketinggian air kurang lebih selutut orang dewasa. Banjir juga merendam kolam ikan dan puluhan hektare pesawahan milik warga”.

Dikatakan,  kerusakan tanggul Sungai Citundun ini, sudah terjadi hampir lima bulan yang lalu akibat terkena abrasi sungai setempat dan banjir bandang dikala itu. Tapi, hingga kini belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi ini semakin memburuk, hingga rakyat menjadi sengsara. Kami tidak meminta apa-apa, hanya tanggul segera diperbaiki, secara permanen” ungkapnya.

Kasi Pemerintahan Desa Sukahurip, Dede Kurnia, mengatakan ada satu rumah warga dan puluhan hektar sawah serta kolam milik warga yang terancam banjir, bila tanggul Sungai Citundun, yang berada di Dusun Ciparakan, RT 03 RW 01, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang jebol tersebut tidak segera diperbaiki. Dan tanggul Sungai Citundun, yang jebol tersebut kurang lebih memiliki pajang sekitar 20 meteran.

“Jebolnya tanggul Sungai Citundun, tersebut akibat luapan sungai yang cukup tinggi sementara tanggul sungai yang ada pada saat itu, tidak mampu lagi menahan air. Kami Pemerintah Desa Sukahurip, bersama warga sekitar pernah melakukan kegiatan kerja bakti untuk menutup tanggul sungai yang jembol tersebut, namun tidak bertahan lama. Harapan warga disini tanggul sungai yang jembol dibuat permanen dengan tembok atau dengan menggunakan beronjong,” pungkasnya.

Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi

Lihat juga...