MainEC Ajarkan Bahasa Inggris Gratis Kepada Masyarakat

RABU, 1 MARET 2017

MALANG — Malang Indonesia English Club (MainEC), klub bahasa Inggris non-profit di kota Malang menawarkan kepada masyarakat sebuah model kegiatan pembelajaran dan pengembangan kemampuan berbasis komunitas yang murah, mudah dan menyenangkan. MainEC sudah dirintis sejak tahun 2000an dengan nama Mafec (Malang Fun English Club) sebelum berganti nama menjadi MainEC pada tahun 2014.
Belajar bahasa Inggris MainEC 
“Kami dari MainEC berfokus pada pengembangan bahasa Inggris berbasis komunitas, sehingga sama sekali tidak ada pungutan biaya. Semua masyarakat dari berbagai kalangan bisa belajar secara gratis dan juga tanpa perlu mendaftar,” jelas Presiden MainEC, Edwin Gore kepada Cendana News, Rabu (1/3/2016).
Disebutkan, MainEC didirikan atas dasar kesadaran pentingnya berbahasa Inggris bagi masyarakat untuk mempersiakan diri menghadapi dunia Internasional. Anggotanya sendiri berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, usia dan profesi.
Menurutnya, belajar bahasa Inggris sangat bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja sehingga tidak harus ke tempat les atau ke sekolah. Mereka bisa mulai belajar dengan kelompok terkecil seperti dengan Ibu dan Ayah cukup satu hingga dua jam per hari belajar, maka mereka bisa meningkatkan bahasa Inggrisnya menjadi lebih baik.
“Ada satu ungkapan yang sangat menarik, ketika anda belajar bahasa Inggris sepuluh menit setiap hari, dalam lima tahun kemampuan bahasa Inggris anda akan hampir sama dengan orang aslinya berbahasa Inggris,” ucapnya.
Anggota MainEC
Ia juga menyebutkan bahwa didirikannya MainEC bukan untuk menggantikan tempat kursus dan sekolah tetapi kami justru mendukung sistem.  Jadi ketika mereka sudah mendapatkan pelajaran di tempat kursus atau sekolah, mereka bisa kembali ke komunitas untuk mempraktekkan apa yang mereka dapat di sekolah dan di tempat kursus.

Ia juga mengingatkan untuk tidak antipati dulu dengan bahasa Inggris karena seringkali dipergaulan sehari-hari jika ada yang bicara menggunakan bahasa Inggris justru dicap sok ‘keminggris’, padahal itu adalah salah satu cara mereka berlatih. Jangan dulu mencemooh, karena akan banyak sekali kesempatan yang diperoleh jika masayarakat Indonesia bisa berbahasa Inggris. Kesempatan tersebut diantaranya menadapatkan beasiswa keluar negeri, dan semakin terbuka lapangan pekerjaan bagi mereka.

“Bahasa Inggris harus dipahami namun bukan untuk menggantikan bahasa Ibu (bahasa Indonesia), tetapi bahasa Inggris merupakan salah satu aktor untuk memperoleh masa depan yang lebih cerah,”pungkasnya.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa

Lihat juga...