Resmikan Jembatan Tambatan Perahu, Bupati Sikka Minta Masyarakat Jaga Kebersihan

SELASA, 7 MARET 2017

MAUMERE — Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, berharap, semua elemen tidak hanya menjaga dan merawat jembatan tambatan perahu tapi harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar jembatan.

Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera (dua dari kanan), bersama wakil bupati dan pimpinan Forkopimda saat peresmian jembatan tambatan perahu.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP yang mengatakan, jembatan jangan hanya digunakan untuk tambatan perahu saja. Tapi, juga tambatlah di hati yang artinya semua warga punya tugas untuk menjaga, merawat dan memelihara tambatan yang sudah dibangun.

“Kita semua harus tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya termasuk jangan membuang sampah di sembarang tempat. Silakan memanfaatkan bangunan ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya, saat peresmian Jembatan Tambatan Perahu di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Selasa (7/3/2017).

Sementara  itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Sikka, Wihelmus Sirilus, S.Sos, M.Si.,  dalam laporannya menjelaskan, pembangunan jembatan ini dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah kepulauan sekaligus mengoptimalkan pendayagunaan atau pemanfaatan potensi yang ada di kepulauan.

“Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk mengatasi keterisolasian wilayah dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya yang tersedia, melalui penyediaan infrastruktur dasar berupa prasarana perhubungan laut dalam hal ini dermaga kecil atau tambatan perahu,” jelasnya.

Jembatan tambatan perahu di Desa Watumilok Sikka yang diresmikan pengoperasiannya.

Menurut Wihelmus,  pembangunan fasilitas tambatan perahu ini, didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan biaya pembangunan sebesar Rp. 1,2 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bison Menara Perkasa.

Salah seorang warga dusun Waipare B, Desa Watumilok, Bambang Irwan dan Usludin yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan peresmian menyampaikan, sebelum pembangunan tambatan perahu, nelayan yang tinggal di pesisir pantai tidak bisa tidur  pulas saat musim gelombang dan angin kencang.

“Biasanya, kalau sudah gelombang, kita harus berjaga terus perahu dan perahu yang ada di laut harus secepatnya ditarik ke darat agar tidak rusak terhempas gelombang,” ujarnya.

Dengan kehadiran tambatan perahu ini, lanjut Bambang, saat musim gelombang tinggi dirinya hanya menggayung air laut yang dalam perahu dan tidak takut terhempas gelombang karena sudah ada tempat tambatannya.

“Selain untuk tambatan perahu, selama ini keluarga kami dari pulau bisa langsung turun di tambatan perahu ini. Tidak lagi di Nangahale dan Kewapante dan kami semua berterima kasih kepada Pemda Sikka atas dibangunnya tambatan perahu ini,” ungkapnya.

Perahu nelayan yang ditambatkan di jembatan yang baru diresmikan.

Hadir pada kesempatan itu, selain Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera juga Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, SP, Forkopimda Sikka, pimpinan SKPD di Sikka, Camat Kangae Yohanes Yanto Kliwon,  BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga masyarakat Desa Watumilok, Kecamatan Kangae.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...