PU Papua: Ring Road Jayapura Tuntas Tahun Ini

SELASA, 14 MARET 2017

JAYAPURA — Jalan melingkar Ring Road Hamadi-Skyline Jayapura atau jalan melingkar sepanjang 3,5 kilometer, Kota Jayapura yang mulai dibangun sejak 2010 lalu, hingga kini terus digenjot Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua agar penyelesaiaannya dapat selesai pada tahun ini.

Kadis PU Papua Djuli Mambaya (kacamata tengah) saat meninjau langsung jembatan Ring Road Hamadi-Skyline.
Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya mengaku pekerjaan jalan tersebut berjalan terus dengan target tahun ini dapat selesai. Tahun ini disuntik anggaran Rp87 miliar, tapi menurutnya belum tuntas dan diperlukan dana tambahan.

“Agar tuntas kita harus kucurkan dana Rp50-60 miliar dari APBD Perubahan. Untuk dapatkan dana tambahan itu harus ada persetujuan dari rakyat tentunya melalui DPR Papua. Sehingga kita bisa tuntaskan pekerjaan ring road,” kata Djuli saat melihat langsung pengerjaan jalan tersebut, Selasa (14/03/2017).

Menurutnya pekerjaan jalan melingkar dari Hamadi menuju Skyline, Abepura itu tak dapat tuntas, apabila pemerintah daerah tak mengukurkan dana tambahan. Sedangkan teknis pelaksanaannya, kata Djuli dilakukan dari dua arah Hamadi-Skyline dan sebaliknya.

“Untuk teknisnya dilakukan dua arah. Supaya pekerjaan itu dapat tepat waktu. Kalau satu arah, pekerjaan bertumpuk dan lama penyelesaiannya,” kata Mantan Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Papua itu.

Dirinya optimis tahun ini proyek bisa selesai, sehingga pada 2018 dapat diresmikan. Pada 2018 itu Ring Road bisa digunakan masyarakat, terutama pengguna jalan yang ada di Kota Jayapura. Ia pun berharap selesainya jalan melingkar itu, nantinya dapat diresmikan Presiden RI, Joko Widodo atau Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe.

Kendala yang dihadapi saat ini, kata Djuli soal anggaran serta medannya yang agak sulit dikerjakan, dengan harus membelah gunung. Selain itu, terdapat jalur yang melalui tanah lembek hingga harus membutuhkan waktu pengerasan.

“Jadi harus diberikan sistem yang baik, dan pengerjaan ini banyak perubahan. Karena kondisi tanah, untuk sistem fondasi. Awalnya gunung, namun sekarang kita ubah sedikit ke arah laut,” katanya.

Terkait masalah hak ulayat tanah, pihaknya mengaku tak ada masalah lagi. Saat di lokasi terlihat ada pemalangan, menurutnya itu salah faham komunikasi antar pemilik tanah. 

“Kami sebagai pemerintah akan memediasi terkait hal itu. Ada persoalan kecil, tapi bisa dikomunukasikan dengan rakyat,” ujarnya.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta

 

Lihat juga...