JAYAPURA — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua mengklaim pengerjaan multi years jalan Hamadi-Holtekamp Jayapura masih membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun lagi. Hal ini ditegaskan Kadis PU Papua Djuli Mambaya saat meninjau pekerjaan tersebut di Hamadi dan Holtekamp, Kota Jayapura, Selasa (14/03/2017).
![]() |
| Suasana pengerjaan Jembatan Hamadi-Holtekamp di Kota Jayapura. |
Untuk menuntaskan pekerjaan tersebut, kata Djuli dibutuhkan dana sebesar Rp250 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua, nilai itu di luar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Jadi tugas daerah masih Rp250 miliar. Itu tugas kita di APBD tinggal satu. Sampai saat ini tengah dikerjakan,” tutur Djuli yang juga mantan Kadis Perhubungan Provinsi Papua itu.
Menurutnya, gabungan dana pusat dan daerah untuk pembangunan Jembatan Hamadi-Holtekam menelan biaya Rp1,8 triliun. Kendalanya, dikatakan Djuli hanya kekurangan dana yang disuntik ke pembangunan tersebut
Sebelumnya, Jembatan Hamadi-Holtekam dengan biaya kontrak 858 miliar rupiah, kini mencapai 30 persen pengerjaan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional X Papua memastikan pada 2018 mendatang tersesaikan.
Sumihar Panjaitan selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan Jalan Nasional 1 mengatakan nilai kontrak 858 miliar rupiah, terdapat tiga input penganggaran yakni Pemda Provinsi Papua, Pemda Kota Jayapura dan Pemerintah Pusat melalui Badan Jalan Nasional wilayah Papua.
“Itu sudah dilakukan MOU sharing pendanaan, pekerjaan kami sampai saat ini pada bagian bawah sudah mencapai sekitar 30 persen, mungkin Maret mendatang sudah selesai pada bagian bawahnya,” kata Sumihar Panjaitan kepada Cendana News, beberapa waktu lalu.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta