JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Jeruk merupakan salah satu unit Posdaya di Provinsi DKI Jakarta yang berkedudukan di Rukun Warga (RW) 2, 3, dan 4 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Posdaya merupakan salah satu bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat yang diinisiasi oleh Yayasan Damandiri dalam programnya yang diberi nama Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).
![]() |
| Ketua Posdaya Jeruk, Novita Saraswati, sedang berdiskusi dengan anggota lainnya. |
Sebelum hadirnya Program Tabur Puja di daerah RW 2, 3, dan 4 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, warga setempat biasa berhubungan dengan lintah darat atau rentenir atau biasa juga disebut dengan “bank keliling” untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hampir setiap hari, ada saja warga masyarakat yang menggantungkan harapan dari uang pinjaman “bank keliling” tersebut. Sejumlah alasan menjadi pilihan masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang kecil, penjual makanan, dan pelaku usaha yang lain.
Namun, pinjaman dari “bank keliling” bukannya memberi untung, pinjaman yang didapat itu justru memberikan kesenangan sesaat setelah kebutuhan hidup bisa terakomodir melalui uang pinjaman itu. Hari berikutnya, “bank keliling” kembali mendatangi rumah atau tempat berjualan peminjam untuk segera mengembalikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.
“Kalau kita pinjam uang ke ‘bank keliling’ itu, bunganya tinggi, itu sangat memberatkan masyarakat kecil untuk mengembangkan usahanya,” ujar Ketua Posdaya Jeruk, Novita Saraswati, kepada Cendana News yang tengah mengunjunginya pada Rabu (29/3/2017).
Namun, pada Bulan November dan Bulan Desember 2013, Tabur Puja mulai masuk ke Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Tabur Puja hadir dengan sistem pencairan yang mudah dan tanpa agunan, menjadikan Tabur Puja menarik perhatian masyarakat kecil, pedagang hingga pelaku kewirausahaan yang lain.
“Kami berbincang-bincang dengan warga sekitar sini tentang manfaat Tabur Puja. Melihat sistem yang mudah dan tidak memberatkan, masyarakat mulai beralih dan meninggalkan ‘bank keliling’,” tambahnya.
Novita menambahkan, masyarakat yang sudah masuk dalam Tabur Puja sudah tidak lagi melakukan pinjaman ke “bank keliling”, karena Tabur Puja cukup bersahabat dan berdaya guna bagi masyarakat.
Informasi dari mulut ke mulut itu menjadikan Tabur Puja populer di masyarakat Kelurahan Lenteng Agung. Hingga saat ini, Posdaya Jeruk memiliki 150 anggota.
Hal positif lainnya dengan hadirnya Tabur Puja di daerah tersebut, “bank keliling” atau rentenir yang bagaikan jamur di musim hujan perlahan tapi pasti mulai tersingkir.
Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana