Subiakto: Yayasan Damandiri, Bisnis Sosial dalam Mengentaskan Kemiskinan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Subiakto Tjakrawedaya menyampaikan, keberadaan Yayasan Damandiri dengan Program Desa Mandiri Lestarinya memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawedaya

“Tujuan lainnya yakni menjadikan desa yang sejahtera dan mandiri,” sebut ketua Yayasan Damandiri tersebut di Jakarta saat pembukaan Pendidikan dan Pelatihan penyusunan rencana strategis dengan Koperasi Mitra Yayasan Damandiri yang tersebar di seluruh Indonesia, Kamis (15/11/2018).

Diterangkan, diklat ini merupakan awal dari meningkatkan kemampuan, kapasitas dan kapabilitas koperasi agar dapat membangun dan memantapkan 16 Desa Mandiri Lestari.

“Ini merupakan bisnis sosial/teknososiopreneur, kita (Yayasan Damandiri) mengajak dan memberikan manfaat dengan melayani orang-orang atau warga miskin, tanpa mengambil atau mencari keuntungan,” ucapnya.

Dikatakan lagi, dengan bisnis sosial ini diharapkan menjadi koperasi yang handal dengan misi utama yakni mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Subiakto menambahkan,  tujuan atau target utama pelatihan ini yakni agar peserta lebih fokus dalam membantu sasarannya, yakni tertuju kepada orang miskin. Sebuah kebijakan dalam melakukan perubahan-perubahan yang sebelumnya sudah berjalan.

Perubahan yang dilakukan yakni semua program diarahkan bagaimana orang miskin mempunyai pekerjaan, mempunyai pendapatan yang layak dan adil, sehingga di desa tidak ada lagi orang miskin.

“Inilah tugas dari mitra dari Yayasan Damandiri yakni untuk membimbing mereka sehingga dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan sudah tidak ditemukan lagi orang miskin di desa binaan,” sebutnya.

Ditambahkan, diklat ini juga untuk menyamakan persepsi, menata, membangun masyarakat Indonesia sejahtera. Setiap tahunnya, program Desa Mandiri Lestari mengalami peningkatan, walaupun sebelumnya sangat luas dan melebar target dan tujuannya.

“Namun sekarang, dengan adanya revisi kebijakan, kita menjadi lebih fokus ke tujuan dan target menjadi jelas dan fokus, yakni orang miskin,” tegasnya.

Diterangkan, indikator orang miskin banyak hal, di antaranya memiliki rumah namun berlantai tanah, tidak mempunyai pekerjaan.

“Dengan program ini, minimal mereka memiliki lantai bagus, atap bagus, dan memiliki dinding,” tuturnya mengakhiri pembicaraan.

Lihat juga...