Koperasi Sudara Indra Dorong Pertumbuhan Tabur Puja Posdaya Bahagia

Editor: Makmun Hdiayat

JAKARTA — Posdaya Bahagia RW 01 Ceger, Jakarta Timur, di bawah asuhan Koperasi Sudara Indra dengan Tabur Puja-nya (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) terus bertumbuh sejak awal berdiri pada November 2015 lalu.

Tak ketinggalan Koperasi Sudara Indra juga melengkapi sejumlah fasilitas untuk kelancaran aktivitas Tabur Puja, seperti laptop, file cabinet, printer, cash box, hingga kwitansi. Semuanya diperoleh dengan sistem kredit atau dicicil tiap bulannya.

Ketua Posdaya Bahagia RW 01 Ceger, Hj. Sudarmi menyebutkan Tabur Puja Posdaya Bahagia di bawah asuhan Koperasi Sudara Indra terbentuk pada November 2015. Adapun dana bantuan Koperasi Sudara Indra ke anggota Tabur Puja diluncurkan satu bulan berikut pada Desember.

Dijelaskan Sudarmi, semula masyarakat yang membutuhkan bantuan dana tidak percaya ada Tabur Puja di Posdaya Bahagia. Karena ada kebutuhan modal usaha tambahan, akhirnya mereka bergabung dalam keanggotaan Tabur Puja sehingga dilakukan pemilihan anggota secara selektif.

“Keberadaan Tabur Puja sendiri di Posdaya Bahagia, tidak lepas dari penilaian awal pihak pusat. Trilogi melihat Posdaya Bahagia telah memiliki anggota banyak dan sudah layak diberikan dana bantuan,” ungkap Sudarmi belum lama ini kepada Cendana News.

Pengurus Posdaya kemudian mengelola Tabur Puja di bawah pengawasan langsung Koperasi Sudara Indra, dengan modal awal yang diberikan Rp200 juta untuk seratus anggota yang terdaftar pada waktu itu. “Untuk pertama keanggotaan Tabur Puja berjumlah seratus anggota. Seiring berjalannya waktu, naik menjadi 140 anggota dengan 6 Penanggung Jawab (PJ) yang masing-masing mengurusi 20 hingga 25 anggota,” jelasnya.

Hj. N.E. Julaeha, selaku pengurus yang membawai Bidang Ekonomi dan Koperasi, menambahkan bahwa Tabur Puja Posdaya Bahagia sejauh ini berjalan lancar. Dengan menggunakan sistem tanggung renteng, para PJ setiap kali kas, melakukan penagihan ke anggota dan disetorkan ke bendahara Tabur Puja dengan pendampingan perwakilan Koperasi Sudara Indra.

“Walaupun ada sedikit kendala dalam penagihan, namun tidak menjadi halangan bagi para PJ dalam menjalankan tugasnya. Alhamdulillah Tabur Puja masih terus dipercaya oleh Koperasi Sudara Indra,” imbuhnya.

Walaupun Tabur Puja mengalami grafik kenaikan, namun pengembalian modal masih belum bisa dilakukan. Hal tersebut, kata Julaeha, dikarenakan adanya cicilan-cicilan inventaris yang belum selesai. Salah satunya pelunasan modal awal yang diberikan Koperasi Sudara Indra.

Menurut Julaeha, mengingat sampai saat ini belum ada penambahan anggota Tabur Puja, pihaknya berencana menambah keanggotaan dan akan membicarakannya dengan para PJ.

Sementera itu, Sekretaris Posdaya Hj. Yana Fajriana, mengatakan Tabur Puja Posdaya Bahagia fokus mensejahterakan para anggota yang berjumlah 140 orang tersebut. Yakni, dengan mengajak para anggota untuk menabung lebih banyak lagi sehingga keinginan mereka untuk menambah modal terpenuhi.

Anggota Tabur Puja yang sudah memiliki tabungan Rp250.000, disebutkan Yana dapat menambah modal menjadi Rp2.500.000. “Mudah-mudahan di tahun ke empat atau tahun kelima apa yang kita harapkan tercapai dan terkabul,” ucap ketiga pengurus Posdaya Bahagia berbarengan.

Ketua RW 01, Yanto Sudarto, memberikan sosialisasi kepada kader RT – Foto: M. Fahrizal

Saat disinggung apakah selama menjalankan kegiatan Tabur Puja mengalami suka dan duka, Sudarmi mengaku semua sudah sehati tergabung dalam Posdaya Bahagia. “Kalau sudah menolong orang, sungguh luar biasa senangnya. Jika sudah kumpul bareng terasa bahagia sekali, memiliki kepuasan tersendiri atau kepuasan batin melihat orang yang kita tolong tersenyum,” tuturnya.

Selama menjalani Tabur Puja, lanjut Sudarmi, semua pengurus sama sekali tidak berpikiran mendapatkan fee atau bonus apapun itu, semua dilakukan dengan penuh kebahagiaan.

Sementara Julaeha mengungkapkan sisi duka saat melakukan penagihan. Dikatakan Julaeha, beberapa anggota ada yang “nembak” dan itu yang membuat pengurus maupun para PJ bisa dikatakan mau menangis dikarenakan ketika pas waktunya kas mereka justru melakukan seperti itu.

“Memang sih belum sampai menggunakan sistem tanggung renteng para PJ-nya, masih bisa diselesaikan dengan metode pendekatan dengan membawa pengawas dari Koperasi Sudara Indra,” ucap Julaeha.

Sudarmi menambahkan, pada dasarnya dengan adanya Tabur Puja di Posdaya Bahagia, ini bertujuan mengikis atau menghapus habis yang namanya Bank Keliling atau Bangke.

Yanto Sudarto, selaku Ketua RW 01 Ceger, Jakarta Timur, mengatakan jika Posdaya Bahagia mengalami perkembangan peningkatan dari tahun ke tahun. Menurutnya, Posdaya juga sangat membantu warga.

“Banyak kegiatan yang diadakan oleh Posdaya Bahagia diantaranya Posyandu Lansia, Senam Lansia, dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut kolaborasi dengan kegiatan RW,” tuturnya.

Disebutkan Yanto, setiap kali ada informasi yang berkaitan dengan ilmu, baik itu pembekalan dari pihak Trilogi, perwakilan Posdaya Bahagia akan datang menghadiri pembekalan tersebut, karena apa yang didapat dari pembekalan itu sangat bermanfaat bagi warga RW 01.

Kegiatan Posdaya Bahagia meliputi Bidang Pendidikan dengan PAUD-nya, Kesehatan dengan Posyandu Lansia dan Posyandu Balita, pemeriksaan kesehatan tiap bulan. Kemudian di Bidang Lingkungan memfasilitasi adanya Taman Bermain dan Apotik Hidup. “Sedangkan di Bidang Ekonomi ada Tabur Puja yang sampai sekarang masih terus berjalan dan benar-benar membantu dan bermanfaat bagi warga,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Posdaya Bahagia, baik dengan pihak Trilogi maupun Koperasi Sudara Indra saling berkesinambungan. “Semoga Tabur Puja yang dikelola Posdaya Bahagia menjadi mandiri. Tidak lagi ketergantungan, semuanya dikerjakan oleh sumber daya yang ada di RW 01,” harap Yanto Sudarto menutup perbincangan.

Lihat juga...