GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, meminta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk segera mengatasi kemacetan yang semakin parah di wilayah itu.
Gubernur mengaku resah dengan kondisi Kota Gorontalo yang semakin macet, karena berbagai alasan.
Menurutnya, Pemkot Gorontalo harus konsisten menegakkan rekayasa lalu lintas di pusat-pusat keramaian.
“Jalan-jalan di ibu kota Provinsi Gorontalo itu harus ada rekayasa lalu lintas. Contohnya jalan di Bali, di sana itu jalannya sempit-sempit, tapi rekayasa lalu lintasnya bagus,” katanya, Rabu.
Ia menjelaskan, masalah kemacetan kota semakin diperparah dengan maraknya rumah makan yang tidak memiliki lahan parkir.
Akibatnya, konsumen yang memiliki kendaraan memilih untuk memarkir di bahu jalan dan memicu kemacetan.
“Banyak rumah makan, kafe-kafe dan restoran yang tidak mengindahkan parkir. Ini saya sudah sampaikan juga ke Wali Kota Gorontalo. Memberikan izin rumah makan itu wajib dengan areal parkir, jangan sampai jalan rayanya yang dijadikan parkir,” tukasnya.
Terkait dengan pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha oleh pihak kepolisian, ia menyatakan mendukung penuh.
Menurutnya, razia yang digelar 30 Oktober hingga 12 November 2018 itu dilakukan untuk kebaikan pengguna jalan.
Selain memastikan kelengkapan surat dan kelayakan kendaraan, razia diharapkan dapat menekan tingkat kecelakaan lalu lintas.
Pada operasi tersebut, Polda Gorontalo menyiagakan 225 personel yang tersebar di semua Polres Kabupaten/Kota. Operasi ini sekaligus menjadi cipta kondisi jelang operasi lilin Natal dan tahun baru 2019 nanti. (Ant)