JUMAT, 17 MARET 2017
YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sinergi dengan gerakan hidup bersih dan sehat, Posdaya Sumber Makmur menggerakkan warga untuk mengelola sampah melalui Bank Sampah. Selain menambah pemasukan bagi warga, kegiatan Bank Sampah ini secara langsung berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan tertata.
![]() |
| Kampung Celeban, Umbulharjo, Yogyakarta |
Tak sekedar menggerakkan dan melakukan penyuluhan serta pendampingan, Posdaya Sumber Makmur juga rutin turun langsung untuk melakukan pemilahan sampah yang masih memiliki nilai jual, baik itu botol plastik, kain perca, dan sebagainya, untuk kemudian dikumpulkan dan dijual. Kegiatan Bank Sampah ini dilakukan bersama ibu-ibu PKK. Pemilahan dan pengumpulan sampah dilakukan setiap dua minggu sekali. Setelah terkumpul, sebulan sekali dijual. Dananya masuk kas, dan digunakan untuk kegiatan kampung seperti out bond, dan lain-lain.
Kegiatan Bank Sampah di Kampung Celeban, RW 5, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sudah ada sejak lama. Merupakan program Pemerintah, yang disinergikan dengan program Posdaya. Kegiatan Bank Sampah ini erat berkaitan dengan masalah kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pendidikan, khususnya program PAUD yang ada di kampung ini.
Pengurus Posdaya Sumber Makmur yang aktif mengurusi kegiatan Bank Sampah, Sugiharti, mengatakan, pengelolaan Bank Sampah yang sebenarnya sudah lama ada di Kampung Celeban itu mengalami pasang surut. Kehadiran Posdaya pada 2010, boleh dikatakan menjadi momentum kebangkitan kegiatan Bank Sampah di kampung padat penduduk ini. Kegiatan Bank Sampah yang dimotori oleh ibu-ibu PKK yang awalnya mati suri, menjadi bangkit kembali setelah adanya Posdaya.
“Sebelum ada Posdaya, jumlah ibu-ibu PKK yang aktif dalam kegiatan Bank Sampah hanya sekitar delapan orang. Namun, setelah adanya berbagai kegiatan yang dimotori Posdaya, ibu-ibu PKK kembali bersemangat menggalakan program Bank Sampah. Jumlah ibu-ibu PKK yang aktif dalam program Bank Sampah saat ini bahkan meningkat menjadi lima belas orang,” katanya.
Sugiharti menjelaskan, kegiatan Bank Sampah secara rutin dilakukan oleh ibu-ibu PKK dengan mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Mereka biasanya melakukan pertemuan setiap 2 minggu sekali, untuk memilah barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual, baik itu botol plastik kain perca dan lainnya, untuk kemudian dikumpulkan dan dijual. “Kita aktif melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah setiap dua minggu sekali. Setelah terkumpul sebulan sekali, sampah seperti kardus dan macam-macam itu kita jual. Pembeli nanti datang sendiri. Dananya masuk kas, dan kita gunakan untuk kegiatan kampung seperti outbond, dan lain-lain,” katanya.
| Salah-satu kegiatan penghijauan bersama Posdaya Sumber Makmur |
Tak hanya sekedar menjual, melalui kegiatan Bank Sampah, Posdaya Sumber Makmur juga kerap mengadakan pelatihan dan pembinaan keterampilan bagi ibu-ibu PKK dalam mengolah sampah. Pembinaan dan pelatihan biasanya dilakukan dengan memanfaatkan program Pemerintah, baik di tingkat kelurahan atau kecamatan, termasuk bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi. “Jadi, pelatihan ini lebih pada upaya mengolah barang-barang bekas tak terpakai menjadi barang serba guna. Misalnya, pelatihan membuat botol bekas menjadi bros, lalu ada koran bekas menjadi vas bunga, tas kresek menjadi hiasan bunga, dan banyak lagi,” ujarnya.
Barang-barang kerajinan tersebut biasanya akan dijual secara pribadi oleh ibu-ibu PKK. Mereka kerap memanfaatkan even kegiatan yang diselenggarakan kampung, kelurahan maupun kecamatan, untuk memasarkan produk mereka. Baik itu pameran potensi daerah, kunjungan atau studi banding, dan sebagainya. “Saat ini, ada sekitar tujuh orang ibu-ibu PKK yang aktif membuat kerajinan barang bekas ini,” tuturnya.
Selain bisa menambah pemasukan dari sisi ekonomi bagi warga, kegiatan Posdaya melalui Bank Sampah secara langsung juga berkontribusi dalam upaya pemberdayaan di bidang kesehatan, yakni membentuk kampung sehat. Pasalnya, sampah yang selama ini kurang terkelola dengan baik, menjadi lebih tertata. “Barang-barang bekas yang terkumpul dari kegiatan bank sampah ini juga sering dimanfaatkan untuk membuat alat bantu pembelajaran. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan PAUD,” jelasnya.
Selain Bank Sampah, kegiatan lain di bidang lingkungan yang juga dilakukan Posdaya Sumber Makmur adalah menggalakkan penghijauan di lingkungan kampung. Upaya penghijauan dilakukan dengan menamami setiap ruang terbuka yang ada, termasuk pekarangan rumah, baik dengan tanaman hias, sayuran, tabulampot maupun jenis tanaman lainnya. Seperti halnya program Posdaya lainnya, kegiatan penghijaun ini juga memanfaatkan bantuan dari program-program Pemerintah yang ada. “Jadi, semua kegiatan di bidang lingkungan ini juga bermanfaat dalam pemberdayaan warga di bidang lainnya, baik itu ekonomi masyarakat, kesehatan maupun pendidikan,” pungkasnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana