JUMAT, 17 MARET 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Mandiri — Kepedulian Keperasi Serba Usaha (KSU) Posdaya Dewantara Ranah Minang yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi. Banyak instansi/lembaga berbicara soal pendidikan sekolah dasar dan hingga sekolah lanjutan. KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang memilih untuk lebih memperhatikan pendidikan anak-anak PAUD, TPA, Majelis Taklim, Karang Taruna, dan PIK (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga) Remaja.
![]() |
| Penyuluhan Pendidikan Terhadap Remaja. |
Manager KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang, Indra Putra mengatakan, pendidikan merupakan salah empat pilar yang diemban KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang dalam membantu masyarakat, selain dari kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. Ia menegaskan, empat pilar tersebut memiliki keterkaitan dan tidak bisa dipisahkan.
Ia menjelaskan, untuk pendidikan sering kali dikaitkan dengan kewirausahaan, seperti yang pernah terjadi di salah satu kelurahan di Kota Padang. “Kami menemui warga yang tengah duduk menunggu anaknya di PAUD. Kami tanya ibu itu pekerjannya apa. Ternyata hanya sebagai ibu rumah tangga. Jadi kita pun mengusulkan untuk membuka usaha sampingan sembari anaknya berada di PAUD. Nah, ini peran kita untuk membantu masyarakat,” ujarnya di Padang, Rabu (15/3/2017).
Di Padang sendiri ada sebanyak 51 Posdaya yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Padang, dengan jumlah sub kelompok sebanyak 989. Untuk pendidikan, kata Indra, seperti PAUD setiap hari melakukan monitoring ke lapangan. Tak jarang Posdaya yang berada di lokasi itu selalu bekerjasama bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan bagi PAUD.
“Ada di salah satu Posdaya di Kecamatan Lubuk Begalung, PAUD yang membutuhkan arena bermain anak-anak, jadi dengan kerja sama masyarakat kebutuhan itu jadi terpenuhi. Sementara kami dari KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang menjadi motivator mereka, dan membantu peminjaman dana melalui Tabur Puja,” katanya.
Dia menyebutkan, untuk melakukan monitoring ke lapangan itu, sebanyak 26 karyawan di KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang disebarkan diseluruh Posdaya di Kota Padang. Bermacam-macam laporan dan cerita dari masyarakat yang ditemukan dalam melakukan monitoring yang rutin setiap harinya itu.
Ada yang memberikan laporan soal keluarga yang tidak mau memasukan anaknya ke PAUD dengan berbagai alasan, seperti ibu yang sibuk bekerja, takut memasukan anaknya ke PAUD dan banyak hal lainnya.
Tidak hanya soal PAUD, kata Indra, pendidikan lainnya yakni TPA, KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang juga selalu menyampaikan atau meminta kepada kedua orang tua agar anak-anak mereka dihantarkan musalla atau masjid untuk belajar mengaji, dan jangan membiarkan waktu mereka habis bermain. Begitu juga soal Majelis Taklim, ibu-ibu Majelis Taklim itu juga terus ditinjau kegiatannya, bagaimana rutinitas pengajiannya, bagaimana perkembangannya, semua itu terut dipantau.
“Hal-hal semacam itu terus kita lakukan, karena kami ini hadir adalah semacam motivator masyarakat, memberikan solusi dari masalah ekonomi yang dihadapi,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan sangat perlu untuk terus dibina sejak dini, seperti halnya PAUD. Meski tidak ada perhatian ataupun bahkan larangan dari Pemerintah Kota Padang terkait aktivitas dan kegiatan KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang tersebut, para karyawan terus bekerja dengan sepenuh hati, untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
![]() |
| Manager KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang, Indra Putra. |
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra
