Penuhi Target Serapan, Bulog DIY Siap Borong Gabah Petani

SELASA, 7 MARET 2017

SLEMAN — Sebagai upaya menekan kerugian petani di tengah situasi semakin menurunya harga gabah saat ini, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Dirve DIY, menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP). Jika sebelumnya HPP gabah dengan batas kadar air maksimal 25 persen dihargai Rp 3400-3500 per kilo, maka tahun ini HPP naik menjadi Rp 3700 per kilo.

Kepala Bulog Dirve DIY Miftahul Adha (pakai kaca mata) bersalaman dengan Ketua Gapoktan Sumbersari, Eko Endarto, seusai transaksi pembelian gabah.

Kepala Bulog Dirve DIY Miftahul Adha mengatakan, naiknya besaran HPP yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian itu, dilakukan melihat kondisi cuaca buruk saat ini, yang membuat hasil panen petani memiliki kadar air yang cukup tinggi. Sehingga para petani kesulitan memenuhi ketentuan ambang batas kadar air dalam pembelian gabah yang telah ditetapkan.

“Kondisi cuaca buruk yang diakibatkan badai El Nino belakangan ini, memang mempengaruhi kualitas hasil panen petani. Kadar air hasil panen petani banyak yang berada di atas nilai ambang batas maksimal 25 persen. Namun, berdasarkan peraturan terbaru, gabah dengan kadar air 25-30 persen tetap kita hargai Rp 3700 per kilo. Ini meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar Rp 3400-3500 per kilo gabah,” katanya di sela acara panen raya di Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman, Selasa (07/03/2017).

Pihak Bulog mengaku akan menyerap seluruh hasil panen para petani di DIY yang memenuhi kriteria untuk memenuhi target serapan beras yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurut Miftahul Adha, pada tahun 2017 ini Bulog DIY ditargetkan mampu menyerap sebanyak 55.700 ton beras dari petani. Jumlah itu dikatakan jauh lebih kecil dibanding capaian serapan Bulog DIY tahun 2016 lalu yang mencapai 65.000 ton beras.

“Karena itu, kami secara internal menetapkan target sendiri. Tahun 2017 ini kita mentargetkan bisa menyerap sekitar 65.400 ton beras dari petani. Target serapan ini kita buat berdasarkan pencapaian serapan tahun lalu yang mencapai 65.000 ton. Padahal target dari pusat tahun lalu hanya 55.000 ton,” katanya.

Sebagai informasi dari total serapan beras yang ada, Kabupaten Sleman diketahui merupakan penyumbang beras Bulog terbesar di DIY. Kabupaten Sleman menjadi lumbung padi DIY karena mampu menyuplai beras ke Bulog hingga 25.000-30.000 ton per tahun atau 40 persen dari total serapan beras di 5 kabupaten/kota di DIY.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Sari, Moyudan, Sleman, Eko Endarto, menyambut positif HPP yang ditetapkan sebesar Rp 3700 per kilo gabah bagi para petani tersebut. Menurut Eko, hal itu akan dapat meningkatkan keuntungan petani di tengah kondisi cuaca buruk yang menurunkan harga jual gabah saat ini.

“Untuk saat ini harga itu sudah bagus. Karena sebelumnya harga jual hanya berkisar Rp 3.300-3.500 per kilo gabah,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...