SENIN, 6 MARET 2017
MATARAM — Penuhi kebutuhan donor darah bagi masyarakat, Unit Transfusi Darah (UTD), Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan sedikitnya 3.500 kantung darah yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan donor darah.
| Ketua PMI NTB, Ridwan Hidayat (kanan), menyerahkan cinderamata kepada Gubernur NTB. |
Demi mewujudkan hal tersebut, PMI NTB selain aktif melakukan kegiatan donor darah yang dilakukan para relawan, PMI juga menggalakkan desa siaga ,dimana masyarakat di tingkat desa didorong membentuk kelompok pendonor yang nantinya diarahkan untuk rutin mendonorkan darahnya.
“Jadi setiap ada yang ingin mendonor atau butuh darah dapat langsung memperoleh pelayanan UTD, sementara untuk mengatasi kekurangan pendonor, PMI terus aktif melakukan upaya sosialisasi di berbagai lini,” ungkap Ridwan, usai bertemu Gubernur NTB di Mataram, Senin (6/3/2017).
PMI NTB, kata Ridwan, juga rutin memberi pembinaan kepada korps sukarela yang tersebar di sekolah dan Perguruan Tinggi (PT) di NTB, tenaga sukarela, termasuk kepada anggota Palang Merah Remaja yang jumlahnya ada mencapai 35. 000 orang.
Ridwan menjelaskan, semenjak bulan Januari 2017 lalu, PMI NTB sudah mulai beraktivitas mengerahkan relawannya se-NTB, 175 orang untuk membantu musibah di Bima. Di Sembalun dan di KSB, PMI juga memberi bantuan pelayanan kesehatan termasuk alat dapur, famili kit, baby kit dan tangki air bersih.
Gubernur NTB, Zainul Majdi berharap, PMI NTB diharapkan terus lebih banyak berkontribusi sebagai tenaga relawan membantu masyarakat, melalui beragamnya program dan kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Apalagi, sekarang ini, masyarakat berada dalam era media yang menuntut kita terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk meningkatkan pengabdian.
“Ini bisa jadi peluang PMI untuk memberi pelayanan yang berbasis pada e-komunikasi, salah satunya dengan memanfaatkan media untuk menjaring pendonor baru serta menjaga hubungan dengan pendonor, dengan menjalin kerjasama dengan provider misalnya. Mengingat mereka memegang otoritas untuk bisa memberikan layanan masyarakat. Dengan demikian keberadaan PMI akan semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” katanya.
Untuk itulah, kata Majdi, PMI perlu menciptakan kader-kader yang secara terus menerus bisa menjadi kader PMI, sehingga ada keberlanjutan dari SD, SMP, SMA sampai univeraitas. Dengan demikian mereka punya keterikatan yang besar terhadap PMI.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi