Pentas Seni Bukit Jokowi Skyline di Papua

SABTU, 11 MARET 2017

JAYAPURA — Apresiasi keindahan alam beserta isinya di Tanah Papua, Komunitas Action menggelar pentas seni Skyline To (To kata tekanan berdialeg Papua -red). Pentas ini dimeriahkan sejumlah pelajar SMA dan pecinta seni di Kota Jayapura yang digelar tepat di Bukit Jokowi Skyline, ibukota Provinsi Papua, Sabtu (11/3/2017).

Seni tari menceritakan pemotongan rambut seorang pemuda

“Ini merupakan salah-satu gerakan bagaimana kami mencoba mengapresiasikan talenta kami secara bersama di bukit ini,” kata Jefri Nendisa, salah-satu kreator seni dalam Komunitas Action Papua.

Sebagai seorang seniman, katakan Jefri, harus ada karya dan pentas seni ini adalah panggilan jiwa seorang seniman. “Pentas ini menjadi jadwal kami setiap bulan, tanpa finansial dari siapa pun. Ini hasil kami patungan, agar karya kami tersalurkan,” ujarnya.

Darlin, pelaku seni dalam komunitas itu mengaku karya seni dari pelaku seni di komunitas ini tersalurkan keluar atau dilihat masyarakat yang berkunjung di Bukit Jokowi Skyline. “Posisi lokasi sangat strategis, mulai dari pemandangan dan juga ini kan tempat lokasi wisata di Kota Jayapura,” katanya.

Darlin menambahkan, jika hal itu sama-sama memberikan dampak positif, mulai pedagang di tempat wisata, masyarakat pemilik wilayah dan pemerhati seni. “Setiap pentas ada juga dibuka ruang saling bertukar pikiran soal budaya maupun yang berbau seni dan ilmu pengetahuan lainnya,” ujarnya.

Tampilan musik lokal dikolaborasikan dengan alat musik modern

Agam, salah satu pengunjung di Bukit Jokowi Skyline saat melihat langsung pentas seni tersebut mengaku sangat sedih melihat budaya Papua akan punah. Menurutnya, apa pun karya seniman ini, walaupun berbekal dari niat, maka suatu saat finansial akan datang dengan sendirinya. “Garda terdepan Papua adalah budaya, harus dipertunjukkan agar orang semua lihat budaya Papua,” kata Agam yang juga seorang aktivis.

Komunitas Action Papua adalah sekumpulan seniman mulai dari seni musik, ukir, tari, drama, lukis dan pecinta seni kalangan pelajar serta masyarakat, terbentuk pada 21 September 2014. Mereka terus menciptakan karyanya untuk mengangkat budaya Papua ke kancah lokal maupun nasional, bahkan internasional.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta

Lihat juga...