RABU, 1 MARET 2017
YOGYAKARTA — Sebagai salah satu peristiwa sejarah penting yang pernah terjadi di Yogyakarta, kronologi peristiwa Serangan Umum 1 Maret, banyak tercatat di sejumlah museum di Yogyakarta. Salah satu museum yang mencatat secara detail kronologi Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah Museum Memorial Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
![]() |
| Suasana Museum Memorial Soeharto. |
Di museum inilah peristiwa Serangan Umum 1 Maret diceritakan sejak awal sebelum peristiwa itu terjadi hingga pasca terjadinya serangan. Memasuki museum ini, pengunjung seolah akan diajak menyelami kembali sejarah peristiwa Serangan Umum 1 Maret, pada salah satu selasar ruang museum. Di selasar inilah terdapat sejumlah catatan baik berupa teks, foto atau gambar, diorama hingga audio tentang peristiwa Serangan Serangan Umum 1 Maret.
Di awal selasar, pengunjung akan diperlihatkan sejumlah foto gambaran sebelum serangan terjadi. Baik itu foto Letkol Soeharto saat menghadap Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX untuk melaporkan persiapan penyerangan, foto suasana sejumlah titik Kota Yogyakarta seperti Hotel Tugu, hingga foto Letkol Soeharto saat sedang beristirahat bersama pasukannya. Juga foto sirine tanda berakhirnya jam malam sekaligus tanda saat dimulainya penyerangan. Termasuk juga foto suasana Jalan Malioboro saat setelah peristiwa Serangan Umum 1 Maret selesai.
![]() |
| Sejumlah foto di Museum Memorial Soeharto. |
Semakin masuk ke selasar, pengunjung akan disuguhi foto dokumen perintah siasat perang Panglima Besar Angkatan Perang Ledjen Sudirman dengan nomor: 1/stop/48 tanggal 10 Juni 1949. Surat berbahasa Indonesia dengan ejaan lama sebanyak 8 lembar ini berisi perintah Jenderal Sudirman dalam membagi tugas setiap pasukan di sejumlah wilayah. Tak hanya itu, sejumlah foto peta pengejaran pasukan oleh Belanda serta peta rangkaian serangan pasukan tentara Indonesia termasuk peta sasaran, tampak terpampang di selasar museum ini.
![]() |
| Diorama di Museum Memorial Soeharto. |
Untuk lebih menggambarkan suasana saat peristiwa itu terjadi, dalam museum ini juga terdapat sejumlah diorama dengan penjelasan audio visual. Di antaranya adalah diorama suasana Hotel Tugu, diorama para pejuang saat menyusun siasat penyerangan serta diorama penyambutan bagi para pejuang pasca serangan terjadi. Untuk mengingat jasa para pejuang yang gugur, dalam museum ini juga terdapat daftar 419 nama pahlawan dari kesatuan Wehrkreise III selama tahun 1948-1949.
![]() |
| Wakil Kepala Museum Memorial Soeharto, Gatot Nugroho. |
“Serangan Umum 1 Maret dipimpin oleh Letkol Soeharto selaku Komandan Brigade 10 Wehrkreise III. Serangan ini dimulai tepat pukul 06.00 pagi ketika sirine tanda berakhirnya jam malam dibunyikan. Serangan berakhir pada pukul 12.00 siang. Sehingga selama sekitar 6 jam tentara Indonesia menguasai kota Yogyakarta yang pada saat itu merupakan Ibu Kota Indonesia,” ujar Wakil Kepala Museum Memorial Soeharto, Gatot Nugroho, belum lama ini.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana


