Melapor ke Polisi, Kesadaran Masyarakat Sumbar Tertinggi di Indonesia

KAMIS, 2 MARET 2017

PADANG — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), Sukardi, mengatakan, berdasarkan data dari Biro Pengendalian Operasi Markas Besar Kepolisian RI yang dikutip BPS, Sumbar merupakan daerah tertinggi di Indonesia dalam hal kesadaran masyarakat melapor tindakan kejahatan asusila.

Kepala BPS Sumatera Barat, Sukardi.

Ia menyebutkan, dengan tingginya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus tindakan kejahatan asusila itu, membuat Sumbar menjadi daerah terbanyak yang menangani kejadian asusila di Indonesia.

“Di Indonesia, Sumbar memang merupakan daerah yang paling banyak menangani kejadian asusila. Bukan berarti Sumbar adalah daerah yang perlakuan masyarakatnya tidak baik. Data itu, atas dasar laporan masyarakat ke pihak berwajib, bukan didata berdasarkan sampling di lapangan,” katanya, Kamis (2/3/2017).

Menurutnya, melihat tingginya jumlah kejadian itu merupakan keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam hal mensosialisasikan agar melaporkan tindakan asusila ke pihak kepolisian.

Selain itu, faktor lainnya secara budaya Sumbar sangat mempedulikan kaum perempuan, sehingga ada lembaga yang memberikan perlindungan kepada perempuan, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar, dan Women’s Crisis Center Nurani Perempuan Sumbar.

“Berbeda dengan daerah lain, perempuan itu tidak begitu diutamakan soal perlindungannya. Kalau di Sumbar kan erat dengan budayanya yakni sistem matrilineal (garis keturunan ibu), jadi dianggap sangat penting untuk dilindungi,” ujar Sukardi.

Ia mengakui heran dengan data dari Biro Pengendalian Operasi Markas Besar Kepolisian RI tersebut, yang menyebutkan Sumatera Utara, Riau, dan Nusa Tenggara Barat. Padahal daerah itu merupakan kota besar, dan sangat tidak masuk akal jika di sebuah kota besar zero soal kejadian asusilanya.

“Yang zero itu mungkin saja masyarakatnya tidak melaporkan kejadian asusila ke pihak kepolisian. Mungkin ada hal lain, seperti malu, takut, dan yang lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sukardi menjelaskan, masyarakat yang melaporkan ke pihak kepolisian terkait tindakan asusila itu yang terjadi di Sumbar sebanyak 369 kajadian yang terjadi di sepanjang tahun 2015 dan dirilis pada tahun 2016 kemarin. Daerah kedua diduduki oleh Provinai Sulawesi Selartan sebanyak 306 kejadian asusila. Sedangkan untuk daerah yang paling terendah, yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 43 kejadian dan Papua 12 kejadian.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...