Kuasa Hukum: Sri Rabitah dan Keluarga Kerap Dapat Intimidasi

KAMIS, 2 MARET 2017

MATARAM — Ketua tim kuasa hukum Sri Rabitah, Muhammad Saleh, mengatakan, semenjak kasus dugaan hilangnya salah satu ginjal Sri Rabitah yang diduga dicuri majikannya saat berada di negara penempatan Qatar mencuat dan ramai jadi pemberitaan media massa, Sri Rabitah dan keluarganya kerap mendapatkan intimidasi dari orang-orang tidak dikenal. Baik dengan mendatangi kediaman korban secara langsung maupun menghubungi via telepon, meminta korban untuk tidak melanjutkan kasusnya.

Sri Rabitah terbaring di salah satu rumah sakit swasta Mataram untuk menjalani operasi.

“Dari pengakuan korban dan keluarga mereka sudah beberapa kali didatangi ke rumahnya maupun menelepon supaya minta kasusnya tidak dilanjutkan demi keselamatan korban dan keluarga korban,” kata Saleh saat menggelar jumpa pers di Mataram, Kamis (2/3/2017).

Saleh mengungkapkan, beberapa orang yang datang berdasarkan pengakuan Sri Rabitah, ada yang mengaku polisi, pejabat dan kalau yang melalui telepon mengaku dari perusahaan yang memberangkatkan.

Bentuk intimidasi, meminta mertua korban untuk mengatakan korban gila, didatangi polisi, preman, tentu secara psikologis terganggu.

“Kalau yang dari perusahaan dan pejabat menawari korban dan keluarga sejumlah uang sebagai imbalan agar kasusnya tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Intimidasi semacam ini secara langsung bisa menimbulkan tekanan psikologis, baik bagi Sri Rabitah maupun keluarga dan semakin memperkuat dugaan, kalau kasus pencurian salah satu ginjal Sri memang benar adanya.

Ditanya pasti siapa saja yang melakukan intimidasi tersebut, Saleh memastikan kalau mereka adalah yang terlibat dalam kasus ini. Bisa PT terkait, pejabat, bisa juga pemerintah.

“Tapi yang jelas, saya bersama teman kuasa hukum lainnya termasuk teman-teman pembela buruh migran berkomitmen akan terus mengawal dan membongkar kasus ini sampai saudari kita Sri Rabitah bisa mendapat keadilan dan kebenaran,” ujarnya.

Untuk diketahui, Sri Rabitah hari ini menjalani operasi di salah satu rumah sakit swasta. Selain untuk mengeluarkan selang pengganti ginjal yang diduga diambil, juga untuk memastikan kebenaran apakah ginjal Sri Rabitah memang benar tidak ada sebelah atau memang masih utuh.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Dokumentasi kuasa hukum Sri Rabitah

Lihat juga...