Kreativitas dan Sinergitas Kunci Karang Taruna Tunas Muda Berdayakan Pemuda

SENIN, 27 MARET 2017

SEMARANG — Kegelisahan melihat apatisme pemuda di era globalisasi sering membuat Yoga Mahardika cemas, fungsi pemuda sebagai tulang punggung harapan bangsa telah sirna akibat pergaulan bebas yang tak terarah. Karena itu lewat Karang Taruna Tunas Muda (TM) Sendangguwo dirinya ingin merubah maindset bahwa pemuda masih bisa diandalkan, kuncinya adalah kreativitas dan sinergitas. 

Kegiatan Karang Taruna Tunas Muda

Kreativitas adalah bagaimana membangun kemandirian perekonomian pemuda agar tidak tergantung pihak lain, caranya dengan membuat unit usaha pembiayaan. Sementara sinergitas bisa terjadi jika laki-laki dan perempuan mampu bekerja sama untuk mewujudkan kemajuan pemuda. Baginya tidak boleh ada sekat yang didasarkan pada jenis kelamin jika ingin pemuda maju. Tuhan menciptakan makhluknya dengan jenis kelamin yang berbeda karena banyak hal yang dimiliki oleh lelaki tetapi tidak dimiliki oleh perempuan dan begitu juga sebaliknya

Menurut Ketua Umum TM, Yoga Mahardika, sejak menahkodai organisasi tersebut pada tanggal 2 Maret 2015, dirinya mempunyai visi agar TM bisa berdikari walaupun dari Kelurahan Sendangguwo memang sudah ada anggarannya. Karena itulah dia selalu aktif mengajak 36 pengurus untuk selalu mengutarakan ide-idenya.

Karang Taruna TM sendiri mempunyai banyak kegiatan untuk menggerakkan pemuda. Pertama adalah bidang keolahragaan dengan kegiatan rutin volley setiap hari Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu. Selain itu mereka rutin mengadakan futsal, ping pong, bulutangkis dan panahan. Sementara bidang seni dan budaya mengadakan kegiatan pentas seni dengan menampilkan aquistik, tari tradisional, pantonim, puisi dan drama.

“Kita seringnya pakai kesenian dan kebudayaan untuk menyadarkan apatisme sebab seni itu indah dan mudah dipahami,” terangnya saat diwawancarai CDN (27/03/2017)

Sementara untuk bidang Agama, Yoga menekankan bahwa kepercayaan terhadap Tuhan merupakan pondasi utama agar pemuda bisa terhindar dari pergaulan bebas, bidang tersebut rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti Festival Layang-layang menyambut bulan suci Ramadan di Bukit Pungkruk serta pengajian rutin.

Ketua Karang Taruna Tunas Muda, Yoga Mahardika

Untuk pembiayaan TM agar mandiri, Yoga mempercayakan bidang usaha dan dana sebagai ujung tombak. Mereka ingin membuktikan bahwa pemuda juga bisa mandiri, saat kegiatan kepemudaan di kota Semarang mereka memanfaatkan moment tersebut untuk berjualan sosis dan bakso bakar. Selain itu TM juga mempunyai kreatifitas berwirasuaha ramah lingkungan, produk unggulannya adalah lampu hias dari botol bekas dan miniature ikon Kota Semarang.

Karena kerja keras mereka dalam berkreasi, produk lampu hias dan miniatur sering dijadikan unggulan oleh pemkot Semarang untuk mengikuti pameran nasional, seperti pada tahun 2016, Karang Taruna TM ditunjuk Pemkot untuk mewakili mengikuti perlombaan Karang Taruna tingkat nasional di Banjarmasin

“Pak Ganjar tertarik dengan lampu hias, sedang miniatur bangunan Kota Semarang seperti Gereja Blenduk, Lawang Sewu dan Tugu Muda pernah dibeli oleh rombongan dosen sastra Jepang yang berkunjung ke Semarang,” tambah Yoga.

Sinergitas Laki-Laki dan Perempuan

Saat ini, kecenderungan pergaulan sosial seringkali melibatkan laki-laki dan perempuan tanpa batas, karena itu di TM sinergitas antara kedua belah pihak untuk bekerjasama secara positif menjadi acuan untuk menangani bidang sosial. Menurut ketua Pusat Informasi Konseling (PIK) Karang Taruna TM Anisa Shofi Megawati, motivasi sebagai pengurus Karang Taruna TM adalah berbagi bersama dengan teman-teman yang lain, terutama perempuan untuk bisa ikut bergerak, karena baginya perempuan adalah makhluk kompleks yang dibekali dengan berbagai macam kelebihan.

Sebagai ketua PIK Karang Taruna TM, Shofi juga terkadang harus membagi waktu dengan pekerjaan sebagai guru SD Islam Primadana dan kuliah di Jurusan Manajemen STIE Semarang. Tetapi hal itu tidak membuatnya berkecil hati, baginya misi untuk memperjuangkan perempuan lewat Karang Taruna TM, terutama di bidang konseling membuatnya harus pintar-pintar membagi waktu.

“Selain kegiatan lain, minta izin juga jadi sering susah apalagi di waktu malam, karena itu untuk kegiatan kami maksimalkan di pagi, siang sampai sore hari,” tambah Shofi

Di bidang konseling, bersama dengan Konselor PIK lainnya Anisa, dirinya sering bahu membahu untuk menerangkan tentang pentingnya perkembangan masa remaja kepada masyarakat, terutama tentang pergaulan dan reproduksi agar tidak sampai terjerumus. Menurutnya, kelebihan perempuan dalam menyampaikan masalah tersebut adalah lebih mengedepankan perasaan sehingga lebih mudah diterima, selain itu mereka juga dibekali kosakata yang lebih banyak sehingga bisa menyampaikan tujuannya dari berbagi sudut.

Konselor dan Ketua PIK Karang Taruna Tunas Muda, Anisa dan Anisa Shofi Megawati

Senada dengan Shofi, Konselor PIK lainnya Anisa juga berpendapat bahwa kecerewetan perempuan menjadi berkah tersendiri dalam pelayanan konseling, karena itulah dirinya mempunyai seribu jurus untuk menghadapi berbagai macam karakteristik orang. Sebab, untuk menjelaskan pergaulan dan reproduksi terkadang tidak bisa hanya dari satu sisi, ada berbagai macam hal yang harus dipersiapkan untuk memahamkan orang secara pelan-pelan.

“Respon di Karang Taruna baik sekali, untuk kegiatan konseling yang kami lakukan sering pengurus yang laki-laki membantu dengan sekuatnya sehingga kami bisa fokus,” ujar Anisa

Pengurus Karang Taruna TM, Abdul juga menambahkan bahwa tidak ada perbedaan job desk laki-laki dan perempuan, semuanya bisa bersinergi untuk mewujudkan tujuan memajukan organsasi yang mempunyai motto “Semarang Ku Datang” tersebut. Lebih lanjut Abdul menjelaskan, terkadang perempuan lebih rajin dan teliti dalam menangani masalah administrasi, terkadang kehadirannya juga bisa menjadi penyemangat dalam bekerja

“Dalam kerja bakti mereka juga sering bantu membersihkan sarang laba-laba atau selokan, jadi kita tambah semangat,” tukas Abdul.

Karena kerja kerasnya, Karang Taruna TM sering mendapat berbagai macam penghargaan diantaranya Juara II looba Syair Muharram 2016 tingkat Jawa Tengah di Masjid Agung Jateng, Juara I ajang Kreatif Produktif kota Semarang tahun 2015 dengan produk miniatur bangunan bersejarah kota Semarang, juara II ajang Kreatif Produktif kota Semarang tahun 2016 dengan produk lampu hias dari botol bekas serta juara I Lomba Administrasi Karang Taruna se Kota Semarang tahun 2016.

Ketika disinggung tentang kondisi pemuda saat ini, Yoga mengatakan permasalahan terbesar ada pada mental anak muda yang cenderung apatis sehingga dirasa kurang bersosialisasi, mereka hanya mendapat informasi dari gadget yang belum tentu sesuai dengan budaya lokal  Indonesia. Itulah ‘musuh’ yang harus diperangi, karena membawa paham materialism internasional, dimana menjadikan tolak ukur kondisi kepemudaan hanya dilihat dari segi materi. Karena itulah dirinya mengajak generasi muda untuk bisa berkreativitas dan bersinrgitas untuk bisa mengembalikan martabat pemuda sebagai pusat peradaban bangsa.

Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin

Lihat juga...