RABU, 8 MARET 2017
PADANG — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kerugian pertanian akibat bencana banjir di empat kabupaten mencapai Rp5,2 miliar.
| Gubernur Irwan Prayitno bersama Kepala Distanbun Sumbar Candra |
Kepala Distanbun Sumbar, Candra mengatakan, empat kabupaten yang didata itu yakni di Kabupaten Limapuluh Kota seluas 1.172 ha sawah petani yang rusak, 33,5 ha untuk lahan jagung, sementara untuk lahan sayur seluas 6,5 ha. Kabupaten Sijunjung hanya berdampak kepada lahan sawah yakni seluas 22,5 ha.
Selanjut untuk di Kabupaten Dharmasraya juga berdampak kepada sawah warga dengan luas mencapai 55,5 ha. Begitu juga untuk Kabupaten Tanah Datar hanya sebagian kecilnya saja sawah petani yang rusak, yang berada di Kecamatan Salimpaung seluas 2 ha.
“Jadi ada tiga jenis tanaman pertanian yang terdampak bencana banjir itu, yakni tanaman padi, jagung dan sayuran,” ujarnya di Padang, Rabu (8/3/2017).
Ia menjelaskan, untuk jenis tanaman padi, kerugian yang taksir mencapai Rp5 miliar, jagung Rp142 juta, dan sayuran Rp87 juta. Total kerugian secara keseluruhan mencapai Rp5,2 miliar.
Ia menyebutkan, sebagai bentuk ganti rugi dari pemerintah, bagi pertanian sawah yang mengalami dampak bencana akan diberikan benih melalui cadangan benih nasional (CBN). Di Limapuluh Kota sawah yang terendam itu terdapat di Kecamatan Suliki, Buki Barisan, Mungka, Lareh Sago Halaban, Harau dan Kapur IX.
Candra memperkirakan, tidak semua lahan pertanian warga yang mengalami gagal panen. Sementara bantuan benih dari CBN itu diberikan untuk sawah yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, selain diberi bantuan benih padi, Dinas Pertanian Tananan Pangan Holtikultura dan Perkebunan juga akan memberikan bantuan bibit karet untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Sebelumnya, pada rapat tanggap darurat yang dilakukan pada hari Minggu lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah meminta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan untuk mendata kerugian terkait pertanian di daerah yang terdampak bencana.
Tidak hanya itu, gubernur juga meminta agar diupayakan memberikan bantuan pada petani yang mengalami kerugian pertanian akibat bencana tersebut.
“Saat ini kita memang fokus dulu untuk mengirimkan logistik berupa makanan dan air bersih kepada masyarakat terdampak bencana,” kata Irwan Prayitno.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Istimewa