Kalyana Mitra Ajak Masyarakat Pelajari Sejarah Jawa Kuno

JUMAT, 3 MARET 2017

MALANG — Di zaman modern ini, umumnya tidak banyak anak muda yang tertarik mempelajari sejarah bangsa, khususnya sejarah Jawa Kuno. Namun, hal berbeda ditunjukkan sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Kalyana Mitra yang justru dihuni oleh anak-anak muda yang sangat tertarik dan mencintai sejarah, terutama sejarah Jawa Kuno. 

Komunitas Kalyana Mitra

Tidak hanya sekedar belajar mengenai sejarah, para anggota komunitas yang kini berjumlah sekitar 35 orang tersebut juga tidak segan mengajak sekaligus membagikan ilmu mereka kepada siapa saja yang ingin belajar mengenai sejarah. Komunitas Kalyana Mitra adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan berfokus pada kesejarahan. Komunitas ini berada di bawah bimbingan Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang (UM).

Humas Kalyana Mitra, Ahmad Sufi, menjelaskan, komunitas yang sudah berdiri sejak 2015 tersebut berawal dari beberapa mahasiswa yang suka mengenai sejarah kuno terutama pada tulisan aksara Jawa. Dari situ kemudian laboratorium sejarah UM memfasilitasi mereka dengan memberikan tempat untuk mengembangkan diri berupa komunitas. “Sementara ini, Kalyana Mitra masih berfokus pada sejarah Jawa kuno. Namun, nanti ke depannya tidak menutup kemungkinan kami tidak hanya fokus kepada Jawa kuno saja, tetapi juga semua yang berkaitan dengan aspek kesejarahan,” jelasnya, Jumat (3/3/2017).

Sesuai dengan namanya yang memiliki arti ‘teman diskusi yang baik’, kegiatan Kalyana Mitra yakni memberikan pembelajaran bahasa Jawa kuno untuk mahasiswa dan masyarakat umum yang  tertarik serta ingin belajar sejarah. “Kami saat ini juga sudah membuka kerjasama bagi sekolah-sekolah untuk memandu memberikan pembelajaran kepada mereka di candi-candi maupun ke situs-situs bersejarah lainnya. Di sana kita pelajari relief-relief yang ada di situs tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sufi menyampaikan, siapa saja bisa ikut bergabung di dalam komunitas Kalyana Mitra untuk bersama-sama belajar mengenai sejarah Jawa Kuno yang dimulai dengan mempelajari tulisan atau aksara Jawa. Dengan begitu, harapannya agar masyarakat Indonesia bisa membaca dan mengetahui sendiri dari mana sumber sejarah yang ada di Indonesia, karena menurutnya selama ini masyarakat hanya mengetahui sejarah lewat terjemahan tanpa memahami aksara Jawanya sendiri. “Kita terutama sebagai pecinta sejarah, minimal bisa mengetahui sendiri dan membaca sendiri sumber sejarah yang akan kita pelajari,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...