Diduga Oknum Anggota DPRD Sikka Jadi Calo Proyek

SENIN, 20 MARET 2017

MAUMERE — Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Cabang Sikka mempersoalkan oknum anggota DPRD Kabupaten Sikka yang menjadi calo dan memperjualbelikan sejumlah proyek di pemerintahan Kabupaten Sikka sejak 2015 dan 2016 kepada kontraktor atau pengusaha.

Paul Papo Belang

Demikian disampaikan Sekretaris BPC Gapensi Sikka Paul Papo Belang kepada Cendana News  di kantor BPC Gapensi Sikka Jalan Gajah Mada, Senin (20/3/2017).

“Sedikitnya ada tujuh oknum anggota dewan yang menawarkan proyek yang berasal dari pokok pikiran atau pokir dewan kepada kontraktor dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalan,” ujar Paul.

Dikatakan Paul, setelah sejumlah dana diberikan kepada oknum anggota dewan tersebut sesuai permintaan, maka proyek tersebut pun diberikan kepada kontraktor untuk dikerjakan. Tapi, bila jumlah setoran tidak sesuai, maka proyek tersebut dialihkan kepada pengusaha lain yang bisa membayar sesuai permintaan anggota dewan tersebut.

“Ada oknum anggota dewan yang sudah menerima uang dari kontraktor sebesar 10 juta rupiah. Namun proyek tersebut juga ditawarkan ke kontraktor lain yang bisa memberikan setoran lebih sehingga sempat terjadi pemukulan oleh pengusaha tersebut kepada anggota dewan karena merasa ditipu,” tuturnya.

Ditambahkan Paul, ada sekitar empat orang pengusaha. Satu pengusaha bisa mendapat proyek pokok pikiran  dari 7 anggota dewan dengan jumlah masing-masing satu proyek. Maka minimal dia akan mendapat 7 paket pengerjaan.

Bila dari satu paket dia mendapat untung 70 sampai 80 juta rupiah, lanjutnya, maka bisa dihitung sendiri berapa keuntungan yang didapatnya bila hanya satu paket. Ada pengusaha yang bisa mendapat empat paket proyek dari seorang anggota dewan setelah menyetor dana sesuai permintaan anggota dewan.

“Saya berbicara agar di tahun 2017 praktik jual beli proyek oleh anggota dewan tidak terjadi lagi. Sebab bila masih terjadi lagi, maka saya akan minta Tim Saber Pungli untuk turun mengusut. Sebab saya sudah mendapat informasi nama-nama rekanan dan pengusaha yang mau kerja proyek pemberian anggota dewan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Sikka Rafael Raga kepada media mengatakan, akan menindakalanjuti apa yang disampaikan oleh Sekretaris Gapensi Sikka dan akan meminta masukan dari Gapensi terkait nama-nama anggota dewan yang melakukan praktik jual-beli proyek kepada pengusaha.

“Saya apresiasi apa yang disampaikan Gapensi Sikka dan yang paling penting mereka memiliki data terkait apa yang disampaikan,” ujarnya.

DPRD Sikka pun, lanjutnya, akan memanggil Gapensi Sikka untuk mengikuti rapat di DPRD Sikka dalam satu dua hari ke depan. Saat ini sedang dibuatkan undangan kepada Gapensi untuk rapat dengar pendapat agar permasalahan yang terjadi bisa diketahui.

Gedung DPRD II Kabupaten Sikka.

Gapensi Sikka, menurut Paul, sudah memasukkan surat permohonan untuk bertemu dengan DPRD Sikka membahas hal ini sebelum permasalahannya disampaikan ke media. Namun, sayangnya, belum juga diakomodir sampai saat Gapensi Sikka sudah menyampaikannya ke media.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...