SENIN, 6 MARET 2017
SEMARANG — Setelah sempat menjadi viral di media sosial, Suwanto (34) pemuda asal Sragen yang memaksa nenek Supini (93) mengemis di perempatan Rumah Sakit Dr. Kariadi akhirnya diciduk Satreskrim Polrestabes Semarang. Dari hasil interogasi diketahui bahwa Suwanto adalah cucu gadungan. Polisi sedang mencari pasal untuk menjerat Suwanto.
![]() |
| Suwanto digelandang Satreskrim menuju Polrestabes Kota Semarang. |
Ditemui CDN di Kantor Polrestabes Kota Semarang (06/03/2017), Suwanto mengakui menemukan Supini sekitar dua bulan yang lalu saat mengemis di RS. Kariadi. Saat itu dirinya berinisiatif untuk membawa nenek asal Grobogan tersebut ke kosnya di daerah Tawang untuk dirawat, tetapi baru satu minggu induk semangnya sudah mengusir Supini karena tidak tahan dengan kelakuannya.
“Kami diusir dari kos-kosan karena simbah sering ngebrok (berak di celana), akhirnya balik lagi ke jalan,” kata Suwanto yang sehari-harinya bekerja sebagai kernet bus jurusan Penggaron-Terboyo.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, bahwa Supini mengemis mulai pukul 08.00-17.00 dengan menghasilkan 60 ribu-70 ribu per hari. Dari uang yang didapat 40 ribu bersih dipotong untuk jatah dirinya. Sementara itu sisanya 30 ribu untuk makan mereka berdua. Uang yang didapat dari Supini selalu habis untuk keperluan makan minum, beli pulsa dan bayar kos-kosan.
Mendengar jawaban dari Suwanto, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti, yang datang ke Polrestabes Semarang pukul 15.50 mengatakan tidak begitu saja percaya pada omongan Suwanto. Dia meminta polisi untuk secara tuntas memeriksa kejadian ini karena dicurigai masih ada korban lainnya. Apalagi dirinya baru tahu bahwa Suwanto adalah cucu gadungan Supini. Menurut Hevearita, Semarang sebagai kota besar selalu menjadi incaran dari gepeng. Baik itu yang bekerja sendirian maupun dikoordinir. Hevearita sering mendapat laporan dari masyarakat bahwa di beberapa titik di Kota Semarang ditemui sejumlah gepeng yang sering bergerombol sebelum melakukan operasi.
“Kita akan berkoordinasi dengan satpol PP dan polisi untuk mengatasi pengemis yang berkeliaran di Semarang,” terang wanita yang akrab dipanggil Ita tersebut.
Ketika disinggung mengenai nasib Supini ke depan, Ita sudah menginstruksikan kepada Dinas Sosial agar menempatkan nenek tersebut ke panti wreda untuk mendapatkan perawatan, setelah itu Supini akan diantarkan sampai ke daerah asalnya.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah melaporkan kejadian ini sehingga Pemkot bisa cepat meresponnya,” tambahnya.
Ita juga mengingatkan kepada Dinas Sosial untuk lebih berhati-hati dalam menangani gepeng yang terjaring razia, karena data yang dimiliki Pemkot, Supini bukanlah wajah baru dalam dunia tersebut. Tercatat sudah beberapa kali dirinya terjaring razia satpol PP saat meminta-minta di jalan. Saat tertangkap Supini ditempatkan di Panti Sosial Among Jiwo tetapi selalu merasa tidak betah dan ingin pulang ke kampungnya, tetapi setelah dilepaskan ternyata nenek tersebut kembali mengemis.
![]() |
| Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti sedang mengobrol dengan Supini. |
Kasus Supini mencuat setelah menjadi viral di media sosial. Pertama kali diunggah oleh akun lambe turah, saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 400 ribu kali. Tak ketinggalan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga memberi reaksi yang keras atas kasus Supini.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin / Editor: Satmoko / Foto: Khusnul Imanuddin
