BPS Papua: Kisruh PT FI, Akibatkan Turunnya Pendapatan Negara

KAMIS, 16 MARET 2017

JAYAPURA — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Simon Sapari menyebutkan, produksi PT Freeport Indonesia yang selama ini diunggulkan sebagai pendapatan Negara, dalam setahun terakhir turun menjadi 96,25 persen, penurunan tersebut disebabkan tak adanya ekspor biji tembaga.

Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari

“Turunnya sangat drastis, sejak Januari tahun ini sebesar 266,83 juta dollar AS turun menjadi 96,25 persen. Penurunan yang sangat tajam, dan mungkin beberapa pihak belum mengetahui itu,” kata Simon Sapari di Jayapura, Kamis (16/3/2017).

Penurunan itu berdampak deflasi pada produk ekspor tembaga, lanjutnya, ini artinya membuat dampak negatif juga terhadap pemasukan Negara.

“Karena ini kontribusi buat negara, kami hanya dapat berikan informasi dan data, selanjutnya ditentukan oleh pemangku kebijakan negara, pimpinan kita di pusat,” ujarnya.

Ia berharap dengan data BPS tersebut, pihak-pihak yang terkait dengan peralihan kontrak karya Freeport menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dapat segera diselesaikan karena dampak negatif tersebut sudah mulai muncul ke permukaan.

Data BPS Provinsi Papua, nilai ekpor Papua sejak Februari 2017 turun dimana penurunan itu dikarenakan tak adanya ekspor konsentrat tembaga dan penurunan nilai ekspor golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) sebesar 30,34 persen.

Ekspor Papua seluruhnya berasal dari barang non migas dan ekspor terbesar berasal dari Pelabuhan Bade senilai 3,68 juta dolar Amerika Serikat. Sedangkan komoditi barang yang diekspor dari golongan ikan dan hewan air lainnya (HS03) berupa ikan dan kepiting dan untuk nilai ekspor terbesar dari golongan non Migas yaitu gas oksigen.

Pada Februari 2017 tak tercatat adanya ekspor ke enam negara utama, dimana tiga negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar saat ini yakni Arab Saudi 5,08 juta dollar US, Papua Nugini 3,57 juta dollar US, dan Peru 0,76 juta dollar US.

Secara kumulatif ekspor Papua ke enam negara utama pada Januari-Februari 2017 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 mengalami peningkatan yaitu sebesar 88,01 persen, begitu pula dengan ekspor ke negara lainnya yang naik sebesar 21,05 persen.

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...