SELASA 7 MARET 2017
JAYAPURA—Pemerintah Amerika Serikat (USA) melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat United States Agency for International Development (USAID) menggelontorkan dana senilai 7,3 juta dolar AS atau setara 97,4 miliar rupiah mendukung program USAID BERSAMA untuk mencegah dan menangani Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di Indonesia.
![]() |
| Duta Besar Amerika Serikat, Mr Joseph R. Donovan,Jr (tengah). |
“Kekerasan berbasis gender dapat melemahkan keamanan, merendahkan martabat, menghambat pembangunan ekonomi, mengancam perdamaian dan kemakmuran, serta menghambat partisipasi dalam kehidupan masyarakat. Untuk mencapai potensi penuh, semua orang harus bebas dari kekerasan,” kata Duta Besar Amerika Serikat, Mr Joseph R. Donovan,Jr saat menghadiri menghadiri perayaan Hari Perempuan Internasional di pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Selasa(07/03/2017).
Untuk meminimalisir bahkan memutuskan mata rantai kekerasan tersebut, pria yang sudah tinggal di Indonesia selama tiga bulan ini menuturkan pihaknya bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal agar mendukung strategi yang dikembangkan secara lokal.
“Ini dapat menurunkan angka dan penerimaan KBG dalam keluarga serta masyarakat. Juga dapat meningkatkan pelayanan bagi korban kekerasan dan memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam melakukan advokasi untuk mengakhiri KBG,” tuturnya.
Donovan Jr, mengaku banyak partisipasi yang dilakukan melalui program USAID di Papua maupun Papua Barat. Seperti program area membantu jaga hutan Papua, petani-petani, dan juga program memerangi kekerasan berbasis gender yang ada di Papua dan Papua Barat.
“Ini tujuan penting, peran kita sebagai mitra dengan pemerintah Indonesia, pemerintah daerah Papua, LSM dan masyarakat yang ada di Papua,” kata Donovan yang pernah menjabat sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk pemimpin Kepala Staf Gabungan di Pentagon pada 2012 sampai 2014 lalu.
Di tempat yang sama Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Ms. Erin McKee mengaku setelah dirinya pihaknya menerima pandangan-pandangan semua orang termasuk LSM, penting baginya memiliki pembangunan berkelanjutan.
“Dapat menyuarakan suara-suara mereka, dan bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari mereka, sehingga kita bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Dan kita seua dapat mencapai tujuan jangka panjangnya,” kata Erin McKee.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua, Annike Rawar mengatakan pihaknya mendukung program USAID BERSAMA mempercayakan kepada pemerintah provinsi Papua untuk mengatasi permasalahan yang ada. “Terima kasih atas kepercayaan dari program USAID BERSAMA di Papua,” kata Annike.
Sekedar diketahui USAID BERSAMA menyediakan bantuan dan dukungan teknis untuk LSM dalam mengembangkan dialog-dialog guna meningkatkan kesadaran masyarakat, pemikiran kritis serta norma-norma anti kekerasan berbasis gender.
USAID BERSAMA juga memfasilitasi keterlibatan unsur utama dalam lembaga pemerintah serta pendukungnya gunaberikan paket layanan public terpadu dibidang kesehatan, pendidikan, bantuan hukum dan unsur-unsur keamanan dalam menangani KBG yang ada di daerah.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatt