Gubernur NTB Minta Bulog Serap Gabah Petani

SELASA 7 MARET 2017
MATARAM—Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi meminta kepada Bada Urusan Logistik (Bulog), NTB supaya bisa menyerap gabah petani secara penuh dan membelinya sesuai harga pokok penjualan (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Gubernur NTB Zainul Majdi.

Pernyataan tersebut disampaikan Majdi menanggapi soal proses penyerapan gabah petani  yang sedang berlangsung dan dilakukan Bulog pada panen tahun ini, usai menerima silaturrahmi Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto di Pendopo Gubernur NTB, Selasa(7/3/2017).

“Bulog itu instrumen negara yang ditugaskan negara untuk melindungi dan membeli gabah petani, bukan entitas bisnis. Jadi sebagai instrumen negara sudah merupakan kewajibannya. Kalau sampai Bulog tidak serap gabah petani, dia khianat” tegas Majdi
Menurut Zainul tugas negara melindungi petani melalui kebijakan perlindungan, karena tidak mungkin negara akan bisa membantu petani dengan mencangkul di sawah, jangan sampai nanti petani sudah lelah menanam padi dengan hasil melimpah, tapi giliran menjual, dibeli dengan harga murah
Kalau sudah begitu, yang kasihan kan petani, sudah semangat dan lelah menanam, tapi tidak dihargai, dengan kesejahteraan yang layak”
Lebih lanjut dia meminta kepada Bulog untuk tidak seperti anak kecil dan bekerja profesional sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.
Untuk diketahui harga gabah tahun ini ditingkatan petani berkisar antara Rp350 ribu per kwintal untuk Pulau Sumbawa dan Rp390 sampai Rp400 ribu  untuk Pulau Lombok.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...