SELASA, 7 MARET 2017
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerbangkan dua unit helikopter ke lokasi bencana di Kecamatan Limapuluh Kota. Wakil Gubernur, Nasrul Abit menjelaskan, logistik yang dikirim hari ini untuk tiga nagari yang masih terisolasi yakni Galugua, Tanjuang Jajaran serta Koto Lamo.
![]() |
| Petugas Basarnas menyusun barang logistik di dalam helikopter |
“Ada sekira seribu lebih warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Dua helikopter itu membawa masing-masing satu ton logistik, dengan tiga kali angkut dalam satu hari,” jelasnya di Padang, Selasa (7/3/2017).
Nasrul memperkirakan, untuk tiga daerah yang terisolasi itu bisa tuntas pengiriman logistiknya. Dua helikopter yang merupakan dari Basarnas dan BNPB itu, bakal berada di Padang selama empat hari.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Jasman yang ikut dalam pengiriman bantuan tersebut mengatakan, pengiriman barang hingga siang ini tidak mengalami kendala yang berarti, hanya saja helikopter tidak bisa mendarat. Sehingga bantuan yang dibawa, dijatuhkan di setiap titik posko bantuan di daerah terisolir.
“Dari informasi yang saya dapatkan, yang terkendala itu yakni droping logistik karena jauhnya jarak masing-masing lokasi,” ujarnya ketika dihubungi dari Padang.
Ia menyebutkan, sampai saat ini baru bisa di drop selimut tiga box dari 1.200 lembar family kids. Kendala soal fuel untuk helikopter ini tidak tersedia di Kota Payakumbuh, sehingga cuma bisa satu kali dropping logistik.
“Besok diupayakan oleh Basarnas utk membawa fuel cadangan ke Payakumbuh, sehingga bisa dua hingga tiga kali dropping logistik,” tegasnya.
![]() |
| Logistik yang akan dikirim ke lokasi bencana melalui jalur udara |
Sementara itu Jasman juga mengatakan, untuk kondisi cuaca dalam pengiriman logistik di daerah terisolir itu, tidak hujan, hanya saja ada angin yang berhembus.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Istimewa
