Titiek Soeharto Ingatkan Hati-hati dengan Medsos

JUMAT 17 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA—Anggota DPR/MPRI RI, Titiek Hediati Soeharto, mengingatkan, agar masyarakat saat ini untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial. Menurutnya, melalui media sosial banyak pihak saat ini mengupayakan adanya pergeseran moral, kebangsaan, masyarakat dan pluralitas bangsa ini.
Meninjau prasasti peresmian Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Titiek Soeharto mengatakan hal itu saat membuka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung Soekarno, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Jumat (17/2/2017), siang. Dia menegaskan pula, jika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang selalu dijaga dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, terus coba dihancurkan.
“Untuk mencegah hal itu, kita hadir di sini untuk kembali berulang-ulang mengkaji apa yang menjadi cita-cita bangsa, yaitu menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Titiek.
Lebih jauh, Titiek mengemukakan, di tengah keprihatinan memudarnya kecintaan generasi muda kepada negara yang telah dengan susah payah dibangun dengan pengorbanan yang besar oleh para pejuang, ia merasa sangat bangga bisa hadir di kampus Universitas Proklamasi 1945, yang selama ini memiliki peran penting dalam mendidik mahasiswa sebagai generasi penerus yang berkarakter, memiliki nilai-nilai kebangsaan dan berakhlak.
Sosialisai 4 Pilar MPR RI di Universitas Proklamasi 45.
“Universitas Proklamasi 45 sangat peduli dalam mencerdaskan bangsa, mandiri dalam memfasilitasi usaha pengajaran dan pendidikan, serta kreatif dalam menumbuhkan minat dan bakat masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Titiek.
Selain dihadiri sekitar 100 mahasiswa dan perwakilan BEM dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI juga dihadiri segenap pimpinan universitas, di antaranya Rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Prof. Dawam Rahardjo, Sekreta­ris Yayasan, Jaan Pamuji, Wakil Rektor III, Ali Sukrajat, Wakil Rektor II, Dewi Handayani, Publik Relation, Rena Juwita, Ke­tua Yayasan Prokalam­asi 45, Bambang Irjanto, dan lainnya.
Sebelumnya, Titiek Soeharto menyempatkan diri meninjau prasasti batu marmer yang tertempel di dinding gedung perkantoran universitas, yang ditanda-tangani oleh Presiden Soeharto, pada 24 Agustus 1995. Saat itu, Presiden Soeharto meresmikan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sebagai monumen aktif eksponen dan pejuang angkatan 45, pelestari jiwa, semangat dan nilai-nilai 45 dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Peresmian itu bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan RI.
Titiek Soeharto saat memberi sambutan.
Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko
Lihat juga...