SELASA, 28 FEBRUARI 2017
PADANG — Berdasarkan catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bahwa tiket pesawat menjadi salah satu pemicu inflasi di Sumbar, terutama saat libur Idul Fitri. Momen tersebut, membuat harga tiket naik, mengingat mudik Lebaran yang menggunakan jalur udara terbilang tinggi di Bandara Udara Internasional Minangkabau (BIM).
![]() |
| Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. |
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat yang mencapai tiga kali lipat, di saat libur Idul Fitri tersebut, sangat berpengaruh pada inflasi.
Dikatakannya, untuk mengantisipasi inflasi tahun ini, Pemprov Sumbar telah menyurati maskapai Garuda Indonesia untuk meminta kenaikan harga tidak terlalu tinggi pada musim libur lebaran.
“Surat sudah saya kirimkan, namun balasan surat hanya normatif, karena penetapan harga tiket sudah sesuai dengan peraturan ambang bawah dan ambang atas,” ujarnya, Selasa (28/2/2017).
Irwan Prayitno mengaku tidak puas dengan jawaban dimaksud. Ia berencana akan mengirim surat kembali, serta menginstruksikan bupati/wali kota untuk turut mengirim permintaan serupa pada direksi Garuda Indonesia.
Menurutnya, maskapai Garuda dan yang lain tetap berhak menaikkan harga, namun dalam batas yang wajar, jangan sampai tinggi hampir mencapai tarif batas atas.
“Permintaan penurunan harga tiket penerbangan Padang-Jakarta dan sebaliknya pada musim lebaran, karena kenaikan sudah di atas kewajaran. Jika dibandingkan dengan penerbangan dari Jakarta ke daerah lain yang jarak tempuhnya hampir sama dengan rute Jakarta-Padang, harga tiket menuju Padang lebih mahal,” ungkap Irwan Prayitno.
Selain itu, dipilihnya maskapai Garuda Indonesia supaya menurunkan tarif tiket karena ongkos penerbangan Garuda menjadi patokan maskapai lainnya. Irwan Prayitno berharap, permintaan stabilisasi harga tiket penerbangan bisa disetujui Garuda Indonesia, sehingga tidak lagi memicu inflasi.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumbar juga berencana menyampaikan permintaan secara langsung dengan maskapai Garuda Indonesia.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa