Sukseskan Tabur Puja, Kader Damandiri Kedepankan Semangat Kekeluargaan

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejak 1992, Yessy Febriane sudah tinggal di RT 05, RW 04, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selama 25 tahun berdiam di Jagakarsa, ia mengisi waktu sebagai guru lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cempaka serta aktif di kegiatan PKK RW 04 maupun Kelurahan Jagakarsa. Yessy juga tergabung sebagai kader Posyandu untuk menangani balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Yessy Febriane.

Saat Yayasan Damandiri mendirikan Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya berikut Program simpan pinjam Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) pada Juni 2012 di Jagakarsa, kemampuan serta pengalaman Yessy menjadi acuan Damandiri mempercayakan dirinya memimpin Posdaya Cempaka, RW 04, Jagakarsa sekaligus menjalankan Tabur Puja di wilayahnya.

Momentum tersebut dijadikan Yessy sebagai langkah awal mengentaskan kemiskinan sebagian warga RW 04 Jagakarsa. Kehadiran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasila dalam memberikan pembinaan turut meringankan langkah Yessy dalam usahanya memberdayakan masyarakat.

“Saya menyambangi setiap pedagang kecil menawarkan untuk bergabung di Tabur Puja. Bukan mengejar target anggota, akan tetapi karena keyakinan saya terhadap program yang sedang dijalankan Damandiri untuk masyarakat. Tabur Puja adalah solusi bagi masyarakat usaha mikro dalam memperbaiki taraf hidup keluarga,” terang Yessy kepada Cendana News.

Yessy tergolong pemimpin yang sabar. Dia mengedepankan prinsip memperlakukan setiap anggota seperti anaknya sendiri. Yessy berusaha merangkul para anggota dan rekan pengurus secara kekeluargaan dalam melaksanakan setiap program. Bahkan tidak jarang ia menjadi tempat orang lain berkeluh-kesah.

“Para anggota Tabur Puja yang menyekolahkan anak di PAUD Cempaka kerap menghampiri saya untuk sekadar bertukar pikiran mengenai usaha maupun anak mereka. Jika membutuhkan saran akan saya berikan, dan jika membutuhkan hal lain pastinya akan saya usahakan agar mereka bisa mendapatkannya,” sambung ibu dua anak ini.

Cara Yessy berhasil memberikan rasa nyaman kepada anggota. Mereka jadi segan untuk berbuat sesuatu yang nantinya mengecewakan Yessy. Dari sini mulai terbentuk kesadaran anggota Tabur Puja mengenai kedisiplinan membayar cicilan pinjaman.  Awalnya mereka menganggap bahwa cicilan itu asal lunas sudah baik walau selalu terlambat dalam pembayaran.

Dengan bijak Yessy coba menyadarkan bahwa anggapan mereka selama ini keliru adanya. Setiap anggota harus mematuhi aturan Tabur Puja dengan membayar cicilan tepat waktu. Hal tersebut berpengaruh pada kondite mereka untuk mendapatkan persetujuan pinjaman modal usaha berikutnya. Perlahan para anggota sadar dari kekeliruan, lalu mulai mengubah cara membayar cicilan lebih tepat waktu.

“Biasanya Bu Yessy suka menelepon jika saya belum datang untuk membayar cicilan saat Hari Kas. Dia tidak marah atau apapun, akan tetapi hanya berusaha mengingatkan bahwa cicilan saya ditunggu agar bisa diputar kembali, agar orang lain yang membutuhkan bisa ikut memanfaatkan pinjaman Tabur Puja,” sebut Ika, seorang anggota Tabur Puja Posdaya RW 04 Jagakarsa kepada Cendana News tentang cara Yessy Febriane mempersuasi dirinya.

Hal lain yang menjadi nilai tambah Yessy dalam memimpin Posdaya Cempaka adalah ia tidak pelit ilmu. Apa pun yang ia ketahui, coba dibagikan kepada anggota maupun sesama rekan pengurus Posdaya. Prinsip Yessy adalah ilmu itu hakikatnya sangat dibutuhkan manusia, jadi jika belum dibutuhkan sekarang, suatu saat pasti berguna.

Pelatihan bagi anggota untuk keahlian tertentu seperti memasak, membagikan resep-resep kue, sampai mengirim anggota mengikuti bazaar kuliner juga dilakukan Yessy untuk memfasilitasi anggota dalam menimba ilmu.

“Banyak anggota Tabur Puja yang menjalankan usaha kuliner. Resep yang dibagikan bisa berguna saat mereka ingin melakukan inovasi kuliner. Dan dengan rutin mengikuti bazaar, pelaku usaha kuliner bisa mengikuti perkembangan baru yang terjadi di luar sana terkait bisnis kuliner,” pungkas Yessy.

Mulai 2012 hingga 2017, anggota Tabur Puja Posdaya Cempaka sudah berjumlah 170 orang dengan 148 di antaranya aktif dalam simpan pinjam. Namun keberhasilan itu belum cukup bagi Yessy, karena ada satu impian yang  belum terwujud, yakni mengangkat hasil industri kreatif masyarakat RW 04 Jagakarsa, khususnya anggota Tabur Puja Posdaya Cempaka. Walau belum kesampaian, akan tetapi Yessy tetap yakin suatu saat impiannya bisa terwujud.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...