Kreatif, Warga Padang Olah Buah Bengkuang Jadi Aneka Kue

SABTU, 25 FEBRUARI 2017

PADANG — Selama ini banyak masyarakat yang hanya mengenal bengkuang sebagai umbi-umbian khas Kota Padang, Sumatera Barat yang dijadikan oleh-oleh. Bengkuang ternyata tidak hanya enak untuk dimakan atau dibuat jus, tetapi juga sajian yang lezat ketika diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan seperti kue atau cake.

Aneka cake yang yang menggunakan bahan dari bengkuang

Rumah WH8 Cake Bengkuang dan Keripik Kentang, yang terletak di Jalan Raden Saleh, Padang, sekitar 300 meter dari Stadion GOR H. Agus Salim Padang, dan sekitar 400 meter dari Wisata Pantai Padang, merupakan sebuah usaha pembuat makanan ringan dan cake, terutama yang berbahan buah bengkuang.

Berdiri sejak Maret 2013 lalu, Rumah WH8 telah menjadi salah-satu tempat tujuan wisatawan lokal atau asing untuk membeli berbagai jenis makanan sebagai oleh-oleh. Kenapa tidak? Kota Padang yang dikenal sebagai Kota Bengkuang, akan menjadi daya tarik tersendiri, bila oleh-oleh yang dipersembahkan itu dibuat dari buah bengkuang.

Aneka pangan olahan bengkuang dari Rumah WH8 milik Zulfadhli dan  Wilsa Hermianti itu, terdiri dari 50 varian makanan yang murni menggunakan bengkuang, di antaranya, wafel bengkuang, pie bengkuang, cake bengkuang, ball bengkuang, dorayaki bengkuang, dan dodol bengkuang, serta berbagai jenis makanan lainnya.

Wilsa mengatakan, buah bengkuang yang diolahnya menjadi berbagai jenis makanan itu dijamin sehat, karena telah berdasarkan pengujian dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Pangan. Buah bengkuang selain dapat menurunkan kolesterol, juga dapat menurunkan kadar gula dalam darah atau diabetes. “Selain itu, dengan mengonsumsi olahan buah bengkuang itu, penyakit seperti batu empedu, ginjal, stroke, jantung hingga kanker pun dipercaya dapat ditekan,” jelasnya, Rabu (22/2/2017).

Awal-mula munculnya ide dan keinginan mengelolah buah bengkuang menjadi berbagai jenis makanan, karena merasa peduli dengan buah bengkuang yang merupakan ikonnya Kota Padang yang kini mulai kurang peminat. Menurut Wilsa, perlu ada langkah kreatif untuk membuat buah bengkuang menjadi makanan yang lezat dan layak untuk dinikmati oleh semua orang.

Saat ini, ia terus mengembangkan makanan olahan dari buah bengkuang tersebut. Untuk menghasilkan rasa bengkuang dalam makanan olahannya, Wilsa lebih mengunggulkan bahan bengkuang dibandingkan dengan bahan lainnya. Setidaknya 60 persen bahan asli dari bengkuang, yang dicampuri tepung asli untuk menghasilkan cake.

Usaha Wilsa ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat di Kota Padang. Namun, juga telah sampai ke Pulau Jawa, seperti Jakarta dan Bogor. “Banyak pesanan juga dari wisatawan yang datang ke Padang, untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, yakni Jakarta dan Bogor,” jelasnya.

Wilsa memasarakn produk aneka kue bengkuang itu melalui online. Hasilnya, omzet yang didapatkannya perbulan mencapai Rp. 15-20 Juta per bulan. Tidak hanya dipesan sebagai oleh-oleh dari Kota Padang, kue buatannya itu juga sering didatangi oleh wisatawan asing yang datang ke Padang, seperti wisatawan asal Negara Belanda.

“Ya, ada juga wisatawan asing yang datang ke tempat saya ini, seperti dari Belanda. Mereka itu ternyata sangat suka dengan jus bengkuang, karena bisa membuat badan terasa dingin. Bahkan, mereka selama berada di Padang, sering pesan untuk dibungkus,” ujarnya.

Sedangkan untuk menikmati hasil olahan kue dari buah bengkuang itu, Anda bisa membelinya dengan harga yang terjangkau, terutama untuk wafel bengkuang hanya Rp. 12.000 per kotak, dengan isi 4 buah wafel. Sementara cake, Rp. 20.000 per kotak dengan isi 10 buah cake. Berkat ide kreatif dan inovatif tersebut, Rumah WH8 berhasil memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2013. Kemudian, pada Oktober 2014 lalu, juga mendapatkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing Nasional dari Pemerintah Pusat.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...