Puluhan Pelajar Padang Turunkan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah

RABU 22 FEBRUARI 2017

PADANG—Para pelajar SMPN 20 Padang menurunkan iklan rokok yang terdapat di tiga warung sekitar sekolah tersebut. Aksi ini merupakan bagian dari kampanye #TolakJadiTarget yang sudah dilakukan sejak September 2016 laku.

 Pelajar siswa SMAN 20 Padang saat mendatangi warung yang memiliki iklan rokok
 Ketua Ruang Anak Dunia (Ruandu) Foundation Muharman mengatakan, aksi penurunan iklan rokok di sekitar sekolah tersebut telah mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullahm. Wali Kota Padang bahkan menargetkan Kota Padang bebas dari iklan rokok pada 2018 mendatang.

“Setelah SMPN 20 Padang melakukan aksi menurunkan iklan rokok, selanjutnya akan dilanjutkan oleh SMP 5 pada hari Kamis dan SMP 11 pada Sabtu mendatang,” jelasnya, Rabu (22/2/2017).

Dia menyebutkan, kampanye #TolakJadiTarget merupakan kampanye yang dilakukan oleh 90 sekolah di 5 kota (Padang, Mataram,

Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor), menolak taktik industrI rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan rokok di sekitar sekolah untuk menargetkan anak-anak menjadi konsumen.

“Dari hasil monitoring iklan rokok di 5 kota tahun 2015 menyebutkan bahwa 85% sekolah di Indonesia dikepung oleh iklan rokok. Hingga Februari 2017 ini, 42 sekolah di Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor sudah berhasil menurunkan iklan rokok di lingkungan sekolah mereka,” ujar Muharman.

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh SMPN 20 Padang adalah sekolah pertama di Kota Padang yang berani menurunkan iklan rokok di sekitar sekolah mereka.

Muharmana menilai, iklan rokok terbukti memiliki pengaruh kuat pada anak untuk mulai merokok. Sebagaimana disebutkan dalam hasil studi Komnas PA dan UHAMKA pada  2007, sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok.

“Kampanye #TolakJadiTarget ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kritis siswa, guru dan seluruh elemen masyarakat untuk menolak jadi target industri rokok yang semakin hari, semakin gencar menargetkan anak-anak sebagai konsumen rokok,” katanya lagi.

Ia menegaskan, aksi penurunan iklan rokok di sekitar sekolah tersebut adalah bentuk penolakan siswa, guru serta masyarakat sekitar sekolah terhadap perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan rokok disekitar sekolah.

Selain itu para pelajar tersebut juga telah mensosialisasikan mengenai penolakannya menjadi target industri rokok sekaligus menggalang dukungan dari siswa dan guru serta masyarakat sekitar sekolah.

Pelajar siswi juga turut turun ke lapangan mencopot iklan rokok yang terpasang di warung dekat sekolah.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra
Lihat juga...