SABTU, 25 FEBRUARI 2017
JAYAPURA — Ketua Program Studi Budidaya Perairan Universitas Yapis (Uniyap) Papua, Annita Sari, S.Pi.,M.Si menyebutkan, ikan air tawar lebih diminati dibandingkan ikan air asin. Dari hasil survei, permintaan ikan jenis nila, mujair dan lele khususnya bagi restoran dan rumah makan di Kota Jayapura mencapai 80 persen.
| Ketua Program Studi Budidaya Perairan Universitas Yapis (Uniyap) Papua, Annita Sari, S.Pi.,M.Si |
Menurutnya permintaan pasar yang dipersentasekan, delapan puluh persen ini sesuai dengan hasil survei mahasiswa dan mahasiswi Uniyap di ibukota provinsi Papua. Dari data yang ia miliki keseluruhan survei berjumlah 150 rumah makan dan restoran sepanjang jalan utama Kota Jayapura.
“Termasuk rumah makan dan restoran pinggir jalan yang menyediakan menu lalapan. Soal jumlah ikan tak didata. Hanya rumah rumah makan dan resto. 80 persen konsumsi itu khusus rumah makan dan restoran. Ikan dipesan ke panambak ikan dari Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura,” kata Ita sapaan akrabnya kepada Cendana News, Sabtu (25/02/2017).
Dosen yang mendidik 124 mahasiswa mahasiswi ini juga mengaku permintaan yang cukup tinggi ini membuat kalangan masyarakat maupun kelompok budidaya ikan air tawar kewalahan mencukupi kebutuhan.
“Sayangnya budidaya ikan air tawar di kabupaten Jayapura kebanyakan bibitnya di ambil dari Koya, Kota Jayapura dan selain itu mereka ambil langsung di danau sentani,” tuturnya.
Dikatakan, data yang didapatkan merupakan hasil dari kajian mahasiswa terhadap perkembangan hasil budidaya ikan air tawar di Kota Jayapura.
“Kebetulan itu ada di mata kuliah pengantar ilmu perikanan semester lima,” ujarnya.
Sekedar diketahui, basis pengembangan budidaya air tawar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura terbanyak jenis ikan Nila, Mujair dan Lele. Untuk budidaya air laut sendiri, masih minim.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta