Pelecing Kangkung Lombok dan Cita Rasa Racikan Bumbu yang Menggugah Selera

SABTU, 25 FEBRUARI 2017

LOMBOK — Salah satu kuliner khas Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang banyak disukai dan diburu wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara adalah, pelecing kangkung.

Pelecing kangkung dicambur kecambah dan lontong siap disantap

Pelecing kangkung Lombok banyak diburu dan disukai wisatawan bukan tanpa alasan, rasa yang enak dan gurih dibandingkan kebanyakan kangkung di daerah lain tentu menjadi alasan sebagian wisatawan menyukainya.

“Disamping memang, pelecing kangkung lombok dikenal dan banyak disukai, karena bumbunya pedesnya,” kata Isah penjual pelecing kangkung di Kelurahan Kekalik, Mataram kepada Cendana News, Sabtu (25/2/2017)

Ia menjelaskan, kangkung sendiri hampir banyak bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, namun tidak semua kankung mempunyai kualitas dan rasa yang baik seperti yang hidup di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat.

Termasuk dari segi rasa dan kesegaran sangat berbeda. Kangkung Lombok sendiri banyak disukai masyarakat dan wisatawan, karena rasanya lebih enak dibandingkan daerah lain, tidak heran kangkung Lombok sampai dikirim ke Pulau Jawa.

“Secara fisik kangkung Lombok sangat mudah dikenali dari bentuknya yang tampak sangat gemuk hijau dan terlihat sangat segar, tidak elastis dan cepat patah,”sebutnya.

Wawan, salah satu ASN Kota Mataram mengaku paling suka membeli pelecing kangkung dicampur lontong di warung ibu Isah, terutama saat makan siang.

Ia mengaku biasa datang makan pelecing kangkung campur lontong maupun pecel ke warung ibu Isah secara bergerombolan bersama teman-temannya.

“Pelecingnya buatan ibu Isah enak, takaran bumbu juga disesuaikan dengan selera pelanggan, karena dibuat saat pelanggan memesan, mau pedes atau biasa, tergantung pesanan.” katanya.

Nurhasanah, penjual pelecing dan pecel kangkung Kelurahan Dasan Agung Mataram saat membuat bumbu pelecing

Nurhasanah, pemilik warung penjual pelecing dan pecel kangkung Dasan Agung Mataram mengaku, pelecing bagi sebagian masyarakat Lombok termasuk wisatawan yang datang, memang telah menjadi kuliner favorit sebagai menu makan

Nurhasanah sendiri selain berjualan pelecing, juga menjual pecel kangkung untuk disuguhkan kepada setiap warga yang biasa menjadi pelanggannya

“Dalam sehari dari hasil berjualan pelecing dan pecel kangkung, dirinya bisa mendapatkan keuntungan satu sampai dua juta, dengan harga perbungkus tujuh sampai 10 ribu rupiah,”sebutnya.

Yuliana, penjual Kangkung Kelurahan Pagutan Kota Mataram menjelaskan, kangkung Lombok umumnya lebih enak dibandingkan kangkung daerah lain, karena dibudidayakan disawah yang mempunyai ketersediaan air tinggi

Dikatakan, pada musim kemarau harga kangkung Lombok biasanya naik karena semakin sulit dijumpai karena kebanyakan dari lahan kangkung mulai mengering dan kekurangan air

Di Lombok sendiri terdapat dua jenis kangkung yang biasa dibudidayakan, yaitu yang dibudidayakan di lahan sawah dengan pengairan irigasi dari sawah dengan kualitas biasa dan kangkung yang dibudiayakan diareal tertentu yang memiliki sumber mata air, biasanya kangkung ini dibudidayakan di areal daratan rendah

“Kangkung jenis kedua paling digemari karena rasanya yang gurih renyah, batangnya lebih panjang, lebih hijau dan lebih muda. Kangkung jenis ini dikategorikan sebagai kangkung kualitas bagus,”sebutnya.

kangkung

Selain dijual di warung dan rumah makan, pelecing kangkung Lombok juga banyak disediakan sebagai menu pelengkap di restauran termasuk perhotelan untuk disuguhkan bagi tamu dan wisatawan yang menginap.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...