SELASA 7 FEBRUARI 2017
SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPPT) mendukung penuh pembangunan kawasan industri Jawa Tengah Lahan Andalan Industrial Sayung Park (JIPS).
![]() |
| Acara sosialisasi program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di Sayung (6/2). |
Hal tersebut dikatakan oleh Didik Subiyantoro selaku Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal Provinsi Jateng saat acara sosialisasi program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di Sayung (6/2). Dalam paparannya ia mengatakan bahwa program KLIK merupakan inovasi baru dari pemerintah untuk menarik minat para investor untuk menanamkan sahamnya di Indonesia, caranya adalah mempermudah layanan perizinan kepada investor yang akan masuk berinvestasi, seperti yang dilakukan oelh JIPS.
Ia mengatakan dalam sosialiasinya jika program KLIK (Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi) ini berfungsi untuk mempermudah layanan perizinan kepada investor yang akan masuk berinvestasi di kawasan industri JIPS.
“Salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan berupa tidak ada syarat batas minimal nilai investatsi, atau jumlah tenaga kerja, sepanjang berada di wilayah kawasan industri tertentu,” ujar Didik.
Lebih lanjut Didik mengatakan bahwa secara paralel perusahaan bisa mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan (UKL/UPL dan AMDAL), serta izin pelaksanaan lainnya. Izin pelaksanaan tersebut wajib diselesaikan sebelum perusahaan melakukan produksi secara komersial. Kawasan yang akan diberlakukan menggunakan program KLIK sebelumnya telah di tentukan oleh BPMPPT Jateng. Dalam penentuannya sudah ditetapkan dengan asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.
Masih di kesempatan yang sama, Coorporate Secertary JIPS Setyo Adi Paminto merasakan lebih termotivasi setelah mendapat dukungan Pemkab Demak, apalagi sebelumnya Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Firli juga baru saja mengunjungi kawasan industri tersebut. Baginya bentuk sinergitas antara pemerintah, penegak hukum dan pengusaha merupakan kunci untuk keberhasilan berusaha.
“Dengan adanya program ini. Investor sudah bisa mendapat kepastian layanan berinvestasi meskipun surat perizinan sedang diproses,” tambah Adi.
Kedepannya Adi berharap kawasan industri JIPS yang rencananya mulai beroperasi tahun ini bisa berkontribusi secara riil untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat, sehingga pihaknya akan terus aktif menjalin komunikasi dengan stakeholders terkait.
JIPS juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung kinerja perusahaan yang akan menempati kawasan tersebut, di antaranya dengan Telkom untuk penyediaan smart industrial technology dan suplai air bersih akan dikelola dengan sistem Waste Water Treatment Plan. Selain itu pihak pengembang juga menambah fasilitas ruang terbuka hijau, pusat kebugaran, tempat ibadah dan pujasera untuk kebutuhan karyawan.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor: Irvan sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin