SOLO—Walaupun belum optimal, upaya pemerintah Indonesia dan masyarakat dalam menangani masalah kekerasan terhadap anak mendapatkan apresiasi dari PBB. Tahun 2015, Indonesia bersama 3 negara lainnya yaitu Mexico, Tanzania dan Swedia bahkan telah ditetapkan oleh UNICEF sebagai negara contoh (pathfinder country) dalam perlindungan anak.
![]() |
| Suasana pertemuan Wali Kota Solodengan Utusan Khusus Sekjen PBB. |
Pencapaian ini diharapkan dapat diikuti dan diterapkan oleh negara-negara lain di dunia. Upaya perlindungan anak, terang Sujatmiko, di bawah koordinasi Kemenko PMK telah dilakukan mulai dari perumusan kebijakan, penyusunan perundang-undangan sampai pada pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.
Pemerintah khususnya Kemenko PMK sangat mendorong agar semua kota dapat menjadi kota yang layak bagi anak-anak dengan pengembangan layanan yang ramah anak seperti Sekolah Ramah Anak, Puskesmas/Rumah Sakit Ramah Anak, Kota Layak Anak dan berbagai model kota lainnya yang dikembangkan oleh Kementerian dan Lembaga.
“Pengembangan model-model kota tersebut diharapkan dapat bersinergi dan saling melengkapi untuk tujuan Indonesia Yang Layak Anak,” harap Sujatmiko.
Sementara itu, Utusan Khusus Sekjen PBB dalam pencegahan kekerasan terhadap anak, Marta Santos Pais, meninjau kota Solo untuk melihat secara langsung uapaya konkrit dalam hal perlindungan anak. Kegiatan ini dilakukan seusai bertemu dengan
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Senin 27 Februari 2017 lalu.
“Agenda pembangunan berkelanjutan ini memiliki banyak tujuan, dan salah satunya menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan untuk semua orang, khususnya anak. kami merasa senang dengan prioritas yang diberikan oleh Indonesia untuk mengupayakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak-anak,” ujarnya.
Oleh UNICEF, Solo, Klaten, Makassar, Gowa dan Tulungagung sedang dalam proses untuk dijadikan sebagai kota percontohan perlindungan anak integratif di Indonesia dan diharapkan dapat direplikasi bukan saja oleh kota-kota lainnya di Indonesia tapi di seluruh dunia.
Wali Kota Solo sangat mengapresiasi kunjungan dan penghargaan terhadap Kota Solo sebagai model perlindungan anak untuk kota-kota lain. Pihaknya berkomitmen untuk lebih meningkatkan upaya perlindungan anak dengan salah satunya berupa peningkatan alokasi anggaran.
Jurnalis: Shomad Aksara/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant