LAMPUNG — Warga Dusun Purwosari, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, masih berharap adanya bantuan obat-obatan dan air bersih pasca banjir melanda wilayah mereka. Meski telah surut, namun sekitar 8 rumah dengan sebanyak 31 jiwa terdampak banjir di sepanjang aliran Sungai Kali Asin mengaku was-was dengan serangan penyakit yang mengancam pasca banjir. Di antaranya diare, gatal-gatal serta penyakit akibat bakteri yang terbawa arus air selama banjir terjadi. Kekhawatiran masyarakat tersebut salah satunya dialami oleh Mursyid (45) yang tinggal di sekitar Sungai Kali Asin yang mengaku fasilitas air bersih yang diperoleh dari sumurnya sudah tercemar air sungai dan sebagian tercemar limbah kotoran ternak sapi maupun kambing yang kandangnya berada di dekat sumur.
![]() |
| Camat Darsito saat melihat pemberian donor darah. |
Mursyid mengaku untuk mandi dirinya terpaksa mengambil air (ngangsu) air dari sumur milik warga lain yang tidak terimbas banjir, sementara untuk minum dirinya terpaksa membeli air bersih dengan galon. Sehari pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ketapang, Kecamatan Sragi, serta beberapa kecamatan di wilayah lain di Lampung Selatan, beberapa genangan air masih terlihat dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai 30-50 centimeter.
Meski belum sepenuhnya surut terutama di bagian belakang rumah warga, namun warga setempat berusaha beraktivitas seperti biasa dengan membersihkan rumah dari sisa material yang terbawa banjir saat Sungai Kali Asin meluap. Selain itu Mursyid mengaku dengan kondisi air yang masih menggenang, sebagian anak- anak dan cucunya mulai merasakan gatal-gatal pada bagian kaki karena air masih menggenang sekitar rumah. Serangan gatal-gatal tersebut diakui Muryid dan warga lain sangat mengharapkan bantuan obat- obatan terutama obat gatal pasca banjir melanda wilayah tersebut.
“Kalau untuk kebutuhan makanan kami masih bisa memenuhi namun dengan kondisi air yang masih menggenang kami mulai terserang gatal-gatal terutama di bagian kaki karena aktivitas kami ada di sekitar halaman belakang yang masih terendam air,” ungkap Mursid, warga Dusun Purwosari, Kecamatan Ketapang saat ditemui Cendana News, Rabu sore (22/2/2017).
![]() |
| Sebagian lahan yang masih terendam banjir. |
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Dinas Kesehatan, Kecamatan Ketapang, Samsu Rizal, mengungkapkan, pasca banjir pihaknya memang tidak mendirikan posko atau membagikan obat- obatan kepada para warga yang terimbas banjir. Namun dengan adanya bakti sosial yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kecamatan Ketapang tak jauh dari lokasi banjir berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan sekaligus menampung keluhan penyakit yang diderita oleh para korban banjir.
“Secara khusus memang kita tidak mendirikan posko kesehatan namun saat bakti sosial di Puskesmas pembantu Pematang Pasir diberi kesempatan kepada korban banjir untuk memeriksakan kesehatan dan keluhan yang dialami selain pemeriksaan lain yang diberikan di antaranya tensi, gula darah dan asam urat,” ungkap Samsu Rizal.
Ia mengaku untuk warga yang datang dari wilayah terimbas banjir sebagian diberikan obat-obatan sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Sementara untuk keluhan penyakit lain khususnya asam urat, gula darah dan tensi darah, tim kesehatan yang tergabung dalam persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI), Puskesmas Penengahan dan Puskesmas Ketapang ikut dilibatkan dalam pemeriksaan kesehatan warga di Kecamatan Ketapang tersebut. Sementara itu untuk keluhan gatal-gatal beberapa warga diberikan resep yang bisa ditebus di Puskesmas Ketapang.
Meski bakti sosial ditujukan untuk warga yang mengeluhkan beragam penyakit dan donor darah, namun Samsu Rizal mengaku, tidak menolak atau melarang warga yang memeriksakan keluhan kesehatan akibat dampak banjir yang melanda wilayah mereka. Sebab bakti sosial yang direncanakan jauh-jauh hari oleh Karang Taruna Kecamatan Ketapang tersebut bertujuan untuk pelayanan kepada masyarakat dan tidak menduga akan adanya peristiwa banjir di wilayah tersebut.
![]() |
| Pemeriksaan kesehatan kepada korban banjir. |
Camat Kecamatan Ketapang, Darsito, mengungkapkan, dengan adanya kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut, ia mengimbau agar masyarakat Ketapang bisa menjaga saluran saluran air, drainase serta tidak membuang sampah sembarangan. Kejadian banjir yang menimpa warga di wilayah Ketapang, ungkapnya, bersamaan dengan banjir di wilayah lain di Kabupaten Lampung Selatan sehingga karena keterbatasan dana, tenaga membuat penanganan korban banjir belum maksimal dan membutuhkan peran warga masyarakat sekitar untuk ikut membantu.
“Musibah banjir yang terjadi tentunya tidak kita harapkan. Namun ke depan agar tidak terulang kembali, terkait persoalan kesehatan pasca banjir dinas kesehatan melalui Puskesmas akan melayani para korban banjir yang memiliki keluhan setelah banjir,” ungkap Darsito.
Meski banjir telah surut, namun material sampah yang ikut terbawa oleh air sungai dan bahkan sebagian merupakan sampah yang menimbulkan bau busuk dikhawatirkan menimbulkan beragam penyakit. Sumur warga yang semula bersih dan terendam air banjir bahkan terpaksa dibersihkan karena tercemar lumpur dan air sungai.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

