Misa Malam Kamis Putih, Umat Katolik Padati Gereja

KAMIS, 13 APRIL 2017
LAMPUNG — Perayaan malam Kamis Putih mulai digelar di sejumlah gereja Katolik di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mulai pukul 17:00 WIB d iantaranya di Gereja Santa Maria Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang. Sementara di Gereja Santo Kristoforus Kecamatan Bakauheni dan Gereja Santo Petrus juga Paulus Kecamatan Penengahan digelar pukul 19:00 WIB dengan prosesi ibadah malam Kamis Putih.

Pastor Wolfram Safari saat perarakan menjelang malam Kamis Putih.

Sebagian umat Katolik di beberapa gereja menggelar prosesi perayaan malam Kamis Putih dengan dipimpin oleh pemimpin ibadah sementara di beberapa gereja dijadwalkan dipimpin oleh Pastor Paroki Unit Pastoral Bakauheni, Pastor Bernardinus Haryanto Silaban, Pr dan pastor pembantu Pastor Wolfram Safari, Pr.

Perayaan ibadah dan misa Kamis Putih pada Kamis (13/4/2017) dirayakan oleh seluruh umat Katolik di dunia sebagai awal dimulainya peristiwa Tri Hari Suci sebelum perayaan puncak Hari Raya Paskah yang diperingati umat Kristiani di seluruh dunia, pada Minggu (16/4/2017) mendatang. Termasuk oleh umat Katolik jemaat Gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan. Sementara sebelum Paskah, rangkaian Tri Hari Suci dengan merayakan misteri terbesar karya penebusan bagi umat Kristiani dilalui dengan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Wafat Yesus Kristus akan diperingati pada Jumat Agung (15/4/2017), esok hari.

Menurut Ignasius Nugroho, sebagai salah satu panitia Misa malam Kamis Putih stasi Santo Petrus dan Paulus Pasuruan, perayaan Kamis Putih dilakukan oleh beberapa kring yang ada di wilayah stasi Pasuruan sebagai bentuk peringatan mengenangkan perjamuan Paskah yang diadakan Yesus Kristus bersama murid-murid-Nya. Dalam perjamuan tersebut, Yesus Kristus memberi teladan pelayanan dengan membasuh kaki para murid dan memberikan perintah baru agar umat bisa saling mengasihi.

“Perintah saling mengasihi tersebut, nanti akan dilakukan dengan pembasuhan sebanyak dua belas umat menyimbolkan dua belas rasul Yesus Kristus yang dibasuh sebagai simbol pelayanan,” terang Ignasius Nugroho saat ditemui Cendana News, Kamis petang (13/4/2017).

Suasana misa yang khidmat.

Ia juga menyebut, Kamis Putih juga menjadi hari rekonsiliasi dengan menyambut para petobat yang kembali berdamai dengan Allah dan Jemaat. Dilanjutkan dengan perarakan sakramen Maha Kudus dan tuguran (malam berjaga) di hadapan sakramen Maha Kudus yang dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kring atau wilayah. Pastor Wolfram Safari, Pr yang memimpin perayaan Misa malam Kamis Putih akan melakukan perarakan tuguran di gereja setempat, seusai perayaan Misa malam Kamis Putih.

Perayaan malam Kamis Putih di Gereja Santo Petrus dan Paulus dirayakan dengan Misa Kudus bergiliran dengan umat Katolik di gereja lain yang  merayakan Kamis Putih dengan khidmat. Warna liturgi yang didominasi dengan warna putih dan ungu termasuk jumlah umat sebanyak dua belas yang akan menerima pembasuhan kaki dengan air mengenakan baju berwarna putih.

Ignasius Nugroho mengungkapkan dengan jumlah umat mencapai ratusan dan tidak tergabung dengan wilayah lain, perayaan Kamis Putih bisa dilakukan di dalam gereja. Sementara saat perayaan Kamis Putih gabungan diperlukan tenda tambahan untuk perayaan Kamis Putih. Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Misa malam Kamis Putih diselenggarakan di masing-masing stasi dan penggabungan dilakukan di beberapa stasi yang berdekatan di antaranya stasi Bakauheni, Tridharmayoga dan Sumberagung.

Berdasarkan pantauan Cendana News, sejak pukul 18.30 WIB umat Katolik telah berdatangan ke Gereja Santo Petrus dan Paulus  dari berbagai stasi atau daerah untuk mengikuti perayaan Misa malam Kamis Putih yang digelar pada pukul 19.00 WIB.

Perayaan Misa malam Kamis Putih, ungkap Ignasius Nugroho, memiliki tata perayaan berupa pembukaan,liturgi sabda, pembasuhan kaki, liturgi ekaristi dan pemindahan sakramen Maha Kudus. Karena keterbatasan jumlah pastor paroki, membuat malam Kamis Putih di beberapa stasi juga digelar dengan tanpa adanya pastor paroki.

Suasana misa.

Pastor Wolfram Safari, Pr yang memimpin perayaan Misa malam Kamis Putih mengungkapkan, momen Kamis Putih merupakan saat untuk meneladani pesan Yesus Kristus dalam keteladanan yang dilakukan dengan pembasuhan kaki. Selain itu jiwa melayani sebagai umat Kristiani harus ditunjukkan agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat bahwa pemimpin harus melayani bukan untuk dilayani.

“Pembasuhan kaki pada malam Kamis Putih menjadi sebuah simbol pelayanan dan kerendahan hati dan tak memandang pemimpin sebagai yang diabdi melainkan rela mengabdi,”demikian pesan Pastor Wolfram Safari, Pr dalam kotbah atau homilinya.

Sebagai bentuk pelayanan bacaan Injil pada tahun liturgi ini, dibacakan dari Injil Yohanes yang mengisahkan perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya. Sampai saat terakhir sesudah makan bersama Yesus mengambil kain lenan dan mengikatkan pada pinggang serta mengambil air pada baskom dan membasuh kaki murid-Nya lalu menyeka kaki murid-murid-Nya. Sesuai isi bacaan Injil tersebut sebanyak 12 umat pun mendapat pembasuhan kaki dari pastor Wolfram Safari, Pr yang diwakili oleh perwakilan dua belas umat.

Selain merayakan Kamis Putih, ratusan umat Katolik dalam Tri Hari Suci jelang Hari Raya Paskah esok atau Jumat Agung (14/4/2017), Gereja Santo Petrus dan Paulus akan menggelar kegiatan Jumat Agung yang akan diikuti oleh umat Katolik dari stasi Sukabakti sementara stasi Bakauheni akan menyelenggarakan prosesi Jumat Agung dengan gabungan dari beberapa stasi lain.

Prosesi Jumat Agung sebagai peristiwa peringatan wafatnya Yesus Kristus dirayakan pukul 15:00 WIB. Pekan Suci yang dimulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci akan diakhiri dengan puncak perayaan malam Paskah atau Vigili Paskah dan Minggu Paskah sebagai hari raya terbesar umat Katolik dalam tahun liturgi.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Lihat juga...