TRUK-F Minta Psikolog Dampingi Murid Korban Pelecehan Seksual

JUMAT, 13 JANUARI 2017

MAUMERE — Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) sedang meminta bantuan seorang psikolog dari Kota Kupang untuk mendampingi keempat orang murid laki-laki korban pelecehan seksual oleh kepala sekolahnya.

 Koordinator TRUK-F Suster Eustochia Monika Nata S.SpS.

Demikian disampaikan Koordinator TRUK-F, Suster Eustochia Monika Nata S.SpS  saat ditemui Cendana News di kantornya Jumat (13/1/2017), sore. Dikatakan Suster Eustochia, trauma yang dialami anak-anak ini perlu mendapat penanganan  psikolog.

“Saya sudah meminta bantuan seorang psikolog dari Kupang agar bisa mendampingi mereka sebab proses penyembuhannya akan berlangsung lama,” ujarnya.

Ketua Divisi Perempuan dan Anak TRUK-F ini pun mengatakan, pengalaman yang dialami anak-anak ini akan terus terbawa dan sulit sekali dihilangkan tanpa bantuan psikolog.

Secara psikologis, lanjutnya, anak-anak akan merasa trauma dan kejadian ini sangat mengerikan sebab mereka mengalami sesuatu hal yang sangat tidak manusiawi dan baru pertama dialami.

“Saya memang terkejut saat pertama kali kasus ini mencuat dan sangat mengerikan sebab pelakunya seorang kepala sekolah,” tuturnya. Yang mencemaskan Suster Eustochia, anak-anak menceritakan kepadanya dengan segala kepolosan peristiwa yang mereka alami dan dirinya merasa kejadian ini akan terbawa seumur hidup. Anak-anak murid itu, bebernya, menceritakan bagaimana kepala sekolah itu membujuk mereka, memaksa mereka dan melarang untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada guru, teman, dan keluarga.

Baca Juga:
Dijemput di Sekolah, Kepsek SDI Wutik Jalani Pemeriksaan di Polres Sikka
Kepsek SDI Wutik Sikka Tersangka Pencabulan Kini Ditahan 
Kepsek SDI Wutik Sikka Akui Lakukan Pencabulan Dua Murid
Kadis Sikka Imbau Guru Tak Lakukan Perbuatan Tercela

“Pelaku mengajari anak-anak melakukan kegiatan seksual yang membuatnya merasakan kenikmatan bahkan mengajari anak-anak tersebut mencapai kenikmatan,” terangnya.

Kejadian yang menimpa anak-anak tersebut, sebut Suster Eustochia, mereka ceritakan kepada teman lelaki sekelasnya. Sekarang ini, lanjutnya, baru empat orang murid yang sudah mengaku dan satu murid lainnya mau mengaku. Namun sedang mengalami sakit. Bahkan ada murid yang sudah duduk di bangku SMP.

“Saya meminta agar guru tersebut diberhentikan dan dihukum serta saat keluar dia tidak boleh diberi kesempatan bergaul dengan anak-anak dan harus selalu diawasi sebab kecenderungan dirinya untuk melakukan hal ini bisa terjadi lagi,” pintanya.

Kantor TRUK-F di jalan Achmad Yani Maumere.

TRUK-F sendiri merupakan satu lembaga di Flores yang fokus pada penanganan masalah perempuan dan anak. Lembaga ini pun terlibat dalam melakukan pendampingan kepada anak-anak korban pelecehan seksual saat melaporkan kasus ini ke Polres Sikka. Bahkan TRUK-F pun mendatangi keluarga para murid dan memfasilitasi mereka serta memberikan kekuatan agar kasus ini dilaporkan ke polisi supaya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...