Nikmatnya Berwisata ke Sendang Beji Tunggul Wulung Ponorogo

JUMAT, 13 JANUARI 2017 

PONOROGO — Salah satu destinasi wisata baru di Ponorogo, Sendang Beji Tunggul Wulung, berada di Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Menyuguhkan wisata alam yang masih terjaga keasriannya. Dinamakan sendang karena di sini terdapat sumber mata air asli yang difungsikan sekaligus sebagai kolam pemancingan bagi pengunjung. Memiliki luas 4,5 hektar, destinasi wisata yang dibuka sejak  2016 ini perlahan namun pasti mulai dilirik wisatawan. Berbagai acara yang berkaitan dengan hari besar maupun hari peringatan tertentu diadakan di Sendang Beji Tunggul Wulung ini.

Destinasi wisata Sendang Tunggul Wulung, Kupuk.

Istri Lurah Desa Kupuk, Narti (40) menjelaskan, sejak Desa Kupuk sukses menjadi juara kedua lomba desa wisata se-Jawa Timur, Desa Kupuk sedikit demi sedikit berubah demi kemajuan masyarakat.

“Setelah menang lomba tersebut, akhirnya perangkat desa membuka sumber air di sini sebagai tempat wisata. Beruntung dari awal dibuka hingga saat ini banyak wisatawan yang mampir,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Jumat (13/1/2017).

Meski baru dibuka, lanjut Narti, berbagai fasilitas umum mulai dilengkapi. Seperti toilet, arena bermain, flying fox, becak air dan taman. Tampak berbagai macam pohon tumbuh subur di area ini sehingga menambah kesejukan saat berkunjung ke sini. Banyak pula terlihat muda-mudi berwisata. Banyak spot foto yang menarik, seperti tulisan I Love Kupuk di tengah sendang. Lalu di atas bukit ada taman yang belum jadi terdapat spot foto bunga berbentuk hati. Namun sayangnya, fasilitas bak sampah masih belum terlihat di kawasan wisata ini.

“Untuk bak sampah kami memang belum punya, ke depan banyak yang akan dibenahi juga akan dibangun pagar keliling dan rumah toko untuk usaha warga,” ujarnya.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke sini tidak dipungut biaya alias gratis. Kecuali jika ingin memancing, setiap pemancing dikenai biaya Rp 5 ribu tapi bisa mancing sepuasnya dan ikan yang didapat bisa langsung dibawa pulang.

“Kalau sekarang dikenai tiket masuk rasanya masih belum, karena keadaannya masih seperti ini,” tandasnya.

Ke depan, menurut Narti, Desa Kupuk akan berubah menjadi desa wisata dengan memanfaatkan langsung sumber daya masyarakat, karena sebelumnya Desa Kupuk sudah terkenal sebagai sentra industri pembuatan genteng di Ponorogo.

“Kami juga sedang menyiapkan latihan bagi warga terutama ibu-ibu untuk membuat kerajinan tangan dari sampah daur ulang,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...