SENIN, 23 JANUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sinergi kegiatan Posdaya binaan Yayasan Damandiri dengan pengurus lingkungan di setiap wilayah Rukun Warga (RW) maupun lingkungan Rukun Tetangga (RT) adalah hal yang sangat penting. Sinergi akan banyak membantu Yayasan Damandiri dalam pemetaan wilayah maupun keadaan warga setempat. Di samping itu, bagi lingkungan serta warga setempat, kehadiran Posdaya menjadi pencerah dalam mengedukasi warga tentang cara memanfaatkan potensi-potensi lokal yang dimiliki.
| Minong (jongkok ketiga dari kanan) bersama warga Posdaya Setu |
Bagi Ibu Minong, istri Pak Ba’ih, Ketua RT 05, RW 05, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, kehadiran Yayasan Damandiri melalui Posdaya Kenanga Setu di wilayahnya banyak memberi nilai positif bagi pembangunan mental, ekonomi dan karakter warganya. Masyarakat Setu, khususnya RT 05, RW 05, sebagian besar warganya asli Betawi (suku asli Jakarta -red). Secara mentalitas, warga Betawi Setu memiliki tekad kuat dalam bercocok tanam, pantang menyerah hingga tanaman tumbuh dengan baik. Keadaan ekonominya rata-rata menengah ke bawah, dengan mata pencaharian beragam, mulai pegawai negeri, swasta dan usaha mikro. Sedangkan karakter mereka terbuka, ramah dan memilih gotong-royong dibanding menyendiri.
Yayasan Damandiri melalui Posdaya Kenanga Setu, menyempurnakan semua kearifan lokal masyarakat Betawi Setu Cipayung itu. Tekad kuat mereka dalam bercocok-tanam diarahkan untuk menanam tanaman pangan dan obat-obatan, guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, seperti terong, cabai, singkong, pepaya, jahe serta pandan hijau. Untuk memperbaiki taraf hidup warga, disuntikkan Program Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), guna lebih mengembangkan usaha-usaha mikro milik warga, atau membuat warga yang tidak memiliki usaha menjadi punya usaha mikro sendiri, seperti warung kopi dan sebagainya. Sedangkan keramahan serta jiwa gotong-royong mereka disempurnakan melalui kegiatan-kegiatan Posdaya bersinergi dengan kegiatan-kegiatan warga yang sudah ada sebelumnya, seperti Jumantik, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peningkatan hasil industri daur ulang dari Bank Sampah.
Semua kegiatan Posdaya Kenanga Setu bersinergi pula dengan Pengurus RT maupun RW setempat. Dengan begitu, apapun yang dilakukan oleh Posdaya di daerah tersebut pastinya sangat cepat tersosialisasi kepada warga melalui para kepala lingkungan yang ada.
| Minong, isteri Ketua RT 05, Kader Posdaya Kenanga Setu Bidang Aspek Pemberdayaan Lingkungan, RW 05 Setu, Cipayung Jakarta Timur. |
“Sebagai istri Ketua RT, saya mencoba menempatkan diri sama seperti suami menempatkan dirinya di tengah-tengah warga, yakni sebagai pengayom, penyuluh, pelindung dan pembawa ketentraman untuk masyarakat. Bahkan, sekarang karena suami bekerja, ia hanya memiliki waktu untuk mengurus dokumen yang diperlukan warga. Sehingga, saya harus mengimbangi keadaan itu dengan menjadi representasi Ketua RT dalam setiap kegiatan warga ketika beliau berhalangan hadir,” tutur Minong, yang juga merupakan kader Posdaya Kenanga Setu bidang pemberdayaan aspek lingkungan.
Secara implisit, Minong mencoba mngatakan, bahwa peran kepala lingkungan adalah penting bagi setiap kegiatan yang dilakukan Posdaya. “Memang penting bagi kepala lingkungan untuk bersinergi dengan Posdaya yang berada di wilayahnya. Kehadiran Posdaya sangat membantu dalam memberdayakan warga. Tidak ada alasan bagi kepala lingkungan untuk tidak ikut aktif dalam kegiatan Posdaya atau bersinergi dengan Posdaya,” tambah Minong.
Berbagai hasil positif sudah ditorehkan Yayasan Damandiri melalui Posdaya di berbagai wilayah Nusantara. Khusus untuk Posdaya Kenanga Setu di RT 05, RW 05, Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, di antaranya adalah Kebun bergizi untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat, keberhasilan menggali potensi lokal pisang batu dan terong, peningkatan hasil industri daur ulang, mini komposting untuk mendukung Kebun Bergizi dan mengangkat taraf hidup masyarakat melalui Tabur Puja.
Yayasan Damandiri melalui kegiatan-kegiatan Posdaya berhasil mencerahkan jalan berpikir warga sekaligus kepala lingkungan, untuk ikut bersinergi dalam memberdayakan sekaligus mensejahterakan masyarakat. Beragam program yang diluncurkan adalah stimulan, dan kepala lingkungan membantu sosialisasi kepada warganya agar bisa menikmati seluruh program yang ditawarkan. Intinya, Yayasan Damandiri sudah membuka pintu dan kepala lingkungan beserta seluruh warga tinggal masuk ke dalamnya. Sehingga, keberhasilan yang diraih nantinya adalah keberhasilan bersama-sama secara gotong-royong.
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw