Separuh Lebih Hutan di NTB Rusak

KAMIS, 12 JANUARI 2017

MATARAM — Kerusakan sebagian besar kawasan hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang cukup parah, tak hanya mengancam keberlangsungan makhluk yang ada di kawasan hutan, namun juga telah menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia berupa kekeringan dan banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Bima, beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin
“Untuk itulah, selain masyarakat, perusahaan yang beroprasi melakukan pemanfaatan kawasan hutan, termasuk pelaku usaha wisata juga ikut bertanggung-jawab menjaga kelestarian lingkungan,” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (12/1/2017).
Menurutnya, pemanfaatan kawasan wisata yang berlebihan, tanpa pengawasan dan pengendalian, berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan daratan maupun lautan. Upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan wisata, misalnya, dengan menjaga kebersihan serta menggandeng wisatawan maupun masyarakat sekitar kawasan wisata untuk memastikan kebersihan objek wisata tetap terjaga.
“Pengelolaan kawasan wisata yang bisa mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat, tentu menjadi tujuan kita semua. Tapi, menjaga kelestarian lingkungan tentu menjadi hal yang paling utama,” jelasnya.
Ditambahkan, menjaga dan memastikan kelestarian lingkungan hutan maupun kawasan objek wisata menjadi tanggung-jawab bersama, supaya bisa diwarisi dan dinikmati anak cucu, generasi NTB selanjutnya.
Kerusakan lahan kawasan hutan NTB selama dalam 2016 mencapai 578.645,97 Hektar, dari total luas kawasan hutan 1.071.722,83 Hektar, terdiri dari Hutan Lindung seluas 449.141,35 Hektar (41,91 persen), Hutan Produksi seluas 448.946,08 Hektar (41,89 persen)  dan Hutan Konservasi seluas 173.636,40 Hektar (16,20 persen).

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...