SELASA 24 JANUARI 2017
MATARAM—Sebagai Provinsi Kepulauan, Nusa Tenggara Barat memiliki kekayaan objek wisata yang sangat luas dan memiliki potensi serta keindahan luar biasa dibandingkan daerah lain.
![]() |
| Bupati Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti. |
Tapi dari segi pengelolaan, belum bisa dilakukan secara maksimal, khususnya objek wisata yang terdapat di Pulau Sumbawa seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu.Pengelolaan objek wisata masih banyak terpusat di Pulau Lombok.
“NTB, bukan saja Pulau Lombok, tapi juga Pulau Sumbawa yang secara luas dan potensi pariwisata juga tidak kalah indah dan jauh lebih luas wilayahnya,” ucap Bupati Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti di Mataram, Selasa (24/1/2017.)
Ia mengatakan, banyak objek wisata di Kabupaten Bima yang memiliki potensi dan keindahan luar biasa dan belum tergarap maksimal, sehingga belum banyak diketahui wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Keterbatasan fasilitas dan ketersedian infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih dan listrik juga menjadi kendala, termasuk dalam hal promosi masih belum maksimal dilakukan, karena keterbatasan anggaran.
“Untuk itulah Pemprov NTB pada 2017 diminta supaya lebih besar melakukan intervensi pengembangan pariwisata di Pulau Sumbawa, terutama Kabupaten Bima bisa lebih diperbesar, terutama dari sisi penganggaran.”
Dengan promosi yang lebih kencang jelas Indah serta ketersediaan infrastruktur dasar, investor maupun pengusaha mungkin baru akan tertarik menanamkan investasinya di Kabupaten Bima.
“Tidak kalah penting kenyamanan dan keamanan tentu menjadi perhatian baik bagi wisatawan yang datang berlibur maupun yang hendak melakukan investasi, apalagi jelang pelaksanaan sile Samota.”
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Ahmad Muis Aalatif mengatakan, sebagai keseriusan Pemkab Kabupaten Bima dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, tahun ini mengalokasikan anggaran senilai 6,9 miliar, fokus melakukan promosi, termasuk perayaan vestival Malengge di Wawo, vestival Kalaki di teluk Bima, lomba perahu dan parade pacuan kuda tradisional.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi