Satu Lagi Mahasiswa UII Meninggal Dunia dalam Diksar Mapala UII di Kaki Gunung Lawu

SELASA 24 JANUARI 2017
SOLO—Diklat Latihan Dasar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogayakarta membawa luka yang mendalam bagi instansi perguruan tersbeut. Bagaimana tidak, setelah ada dua peserta mahasiswa Diklatsar meniggal dunia pada Jumat (20/1) kemarin, kabar duka kembali terjadi. Satu lagi peserta Dikltasar itu meninggal dunia pada Senin malam (23/1) kemarin.
Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak. 
“Ada laporan jika semalam ada satu lagi mahasiswa  yang meninggal dunia,” kata Kapolres Karanganyar, Ade Safri Simanjuntak  kepada awak media, Selasa siang (24/1/2017).
Satu lagi peserta Diklatsar Mapala UII Yogyakarta itu atas nama Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Yang bersangkutan meninggal dunia di Rumah Sakit Bathesda, pada pukul  00.00 WIB, Senin tengah malam.  Dengan demikian, sudah 3 mahasiswa UII menjadi korban dalam kegiatan yang digelar pada 13-20 Januari 2017 tersebut.
Pasca kejadian itu, Kapolres menegaskan jika Mabes Polri  telah mengintruksikan untuk membetuk tim pencari fakta untuk mengusut kasus meninggalnya 3 mahasiswa tersebut. Terkait 11 saksi yang tengah diperiksa, Ade menegaskan jika mereka adalah rekan-rekan korban dalam kegiatan Diklatsar Mapala tersebut.

Baca: 
Rektor UII Akui Ada Indikasi Kekerasan dalam Meninggalnya 3 Peserta Diksar MAPALA UII
Kapolres menghimbau agar semua pihak agar turut membantu dan bekerjasama dalam mengungkap kasus yang menewaskan 3 mahasiswa tersebut. Pihaknya juga berjanji akan melindungi sumber informasi apapun yang terkait kasus tersebut. “Kami menjamin akan melindungi semua pemberi informasi untuk menguak kasus ini,” tandasnya.
Ditambahkan, dalam kasus ini pihak kepolisian telah menerima laporan adanya  tanda-tanda penganiayaan dalam Diklatsar Mapala UII tersebut. Ini dikuatkan dengan laporan keluarga korban yang ditujukan kepada Polres Karanganyar. “Dalam laporan korban mahasiswa yang kedua ini menemukan ada  tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barangkat dari itu, keluarga meminta Polri melakukan autopsi,” tutupnya. 
Gunung Lawu Yang Digunakan Diklatsar Mapala UII Yogayakarta.
Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosyid  
Lihat juga...