JUMAT, 27 JANUARI 2017
YOGYAKARTA — Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Samadi, menyatakan pembangunan bandara baru di Kulonprogo direncanakan selesai dan dapat difungsikan pada Maret 2019 mendatang. Bandara Internasional Kulonprogo ini nantinya akan dapat meningkatkan kapasitas penumpang bandara hingga 10 kali lipat dari bandara sebelumnya, Adisucipto.
![]() |
| Menhub Budi Karya Samadi saat memberi sambutan dalam peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kulonprogo. |
Pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo sendiri dibangun sebagai respon dan antisipasi terhadap Bandara Adisucipto yang kapasitasnya dinilai tidak lagi dapat menampung jumlah pergerakan penumpang, karena lahannya terbatas. Padahal, Yogyakarta sebagai daerah dengan kunjungan pariwisata terbesar kedua setelah Bali membutuhkan pintu masuk yang lebih representatif.
“Bandara Adisucipto pada dua ribu enam belas memiliki jumlah kunjungan penumpang mencapai tujuh koma dua juta penumpang. Padahal, kapasitasnya hanya dua juta, sehingga memang dibutuhkan bandara baru sebagai pengganti Bandara Adisucipto,” ujarnya, dalam acara peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo, Jumat (27/01/2017).
Baca:
Presiden Jokowi Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo
Ratusan Warga Kulonprogo Sambut Jokowi dengan Aksi Penolakan
Dengan adanya Bandara Internasional Kulonprogo yang dibangun di lahan seluas 587 hektar ini, pada Tahap I (2020-2031) akan memiliki terminal seluas 130.000 meter persegi dengan Runway atau landasan pacu sepanjang 3.250 meter dan Apron berkapasitas 35 pesawat. Kapasitas penumpang pada pembangunan Tahap I akan mencapai 15 juta penumpang per tahun.
Sementara pada pengembangan Tahap II (2031-2041), bandara akan dikembangkan menjadi 195.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 20 Juta penumpang per tahun, dengan Runway 3.600 meter dan Apron hingga 45 pesawat.
“Bandara baru ini akan dapat didarati pesawat jenis B747-400, sementara Bandara Adisucipto hanya dapat didarati jenis pesawat B737-800. Rute penerbangan domestik maupun internasional juga akan bertambah. Jika Bandara Adisucipto rute penerbangan internasional hanya mencapai Kuala Lumpur, bandara baru ini akan melayani hingga ke Jeddah,” katanya.
Selain itu, di bandara baru ini juga akan dibangun jalur kereta api baru dan jalan baru yang terintegrasi. Mengusung konsep Airport City, Bandara Internasional Kulonprogo diharapkan akan dapat memberi multi efek dari berbagai sektor, baik ekonomi, pariwisata, budaya, pendidikan dan lain-lain. “Terkait pembebasan tanah, hampir semua sudah dibebaskan. Setelah selesai akan kita lanjutkan dengan pemindahan pohon dan pembongkaran bangunan. Termasuk perencanan topografi mitigasi bencana tsunami dan dilanjut proses produksi,” jelasnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana