Rudiantara: Semua Situs Media Berkonten Negatif dan Hoax akan Diblokir

SELASA, 10 JANUARI 2017
JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, membantah telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait nama-nama media yang telah diblokir oleh pihak Kemenkominfo, termasuk 11 media online Islam yang selama ini diberitakan media massa. Menurutnya, nama 11 media online Islam yang diblokir justru disampaikan oleh salah-satu stafnya di Kementerian.
Rudiantara
“Staf saya kan orang baru, dia mengaku dijebak pertanyaan oleh media saat diwawancarai. Itu pun setelah saya tanya langsung ke dia. Mungkin staf mau ngetop,” ujar Rudiantara, di Ruang Press Room, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta,  Selasa (10/1/2017).
Pihaknya, kata dia, tidak hanya memblokir situs-situs Islam, sebagaimana yang diberitakan selama ini. Bahkan, dia pun tidak pernah membeberkan kepada awak media perihal situs-situs yang telah diblokir. Untuk itu, Rudiantara memastikan tak akan tebang pilih untuk memblokir media yang menyebarkan berita-berita hoax. Pemblokiran yang dilakukan pihaknya terhadap media-media yang kontennya bertentangan dengan regulasi, termasuk berita-berita yang mengandung unsur kebencian (hate speech), pornografi hingga kekerasan terhadap anak (child abuse).
“Jadi, selama kontennya bertentangan dengan regulasi, undang-undang, hatespeech, masalah pornografi, child abuse, kita akan blokir. Dan, saya tak peduli dari kelompok mana pun,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pemblokiran media dalam kategori tersebut, merupakan cara terakhir Pemerintah menangkis penyebaran berita hoax. Sebab, bebernya, pada dasarnya pemerintah tidak menginginkan masyarakat terus disuguhi pemberitaan yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya.
Penutupan media online yang dilakukan oleh Kemenkominfo RI, lanjutnya, lebih dititik-beratkan pada isi, atau konten berita yang banyak provokasi, bohong dan hoax. Sebab, hal tersebut merugikan masyarakat, bangsa dan negara. “?Jadi, bukan masalah media Islam yang diblokir saja, tapi semua media yang mengandung konten negatif, akan diblokir,” pungkasnya.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Koko Triarko / Foto : Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...