JUMAT, 20 JANUARI 2017
SOLO — Ratusan siswa SMK 1 Sragen, Jawa Tengah, mendapat pembelajaran tentang Bela Negara dari Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI). Pemberian pendidikan Bela Negara ini tak lain untuk menumbuhkan sikap nasionalisme di kalangan pelajar Indonesia.
![]() |
| Pendidikan Bela Negara bagi Siswa SMA/SMK di Sragen, Jawa Tengah. |
Berada di Aula sekolah setempat, pendidikan Bela Negara tak hanya diikuti ratusan siswa SMK 1 Sragen. Melainkan, juga pengurus organisasi intra sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Sragen. Kegiatan digelar untuk memberikan bekal kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar tidak mudah terpecah-belah. “Mereka adalah generasi muda calon pemimpin bangsa, sehingga wawasan kebangsaan harus luas. Jangan sampai mudah terhasut oleh isu-isu sara yang dapat memecah-belah NKRI,” ujar Koordinator IARMI, Giyarni, saat ditemui usai kegiatan, Jumat (20/1/2017), siang.
Memberi bekal kepada generasi bangsa, lanjut Giyarni, mulai dari usia dini. Yakni sejak mengeyam pendidikan di bangku sekolah. Tantangan generasi bangsa saat ini lebih besar dibanding dengan remaja sebelum tahun 2000. Sebab, apa yang dihadapi remaja saat ini lebih kompleks. Mulai dari peredaran narkoba di kalangan remaja di Indonesia yang sudah mengkhawatirkan, pergaulan bebas, hingga ancaman faham untuk merusak generasi bangsa dan memecah-belah kesatuan dan persatuan Indonesia.
![]() |
| Koordinator IARMI, Giyarni |
“Tak hanya itu, di bidang etika dan tingkah laku, generasi bangsa saat ini juga banyak melihat contoh yang tidak baik. Banyak pejabat yang terlibat korupsi, pelecehan seksual, hingga tindakan yang tidak patut dicontoh,” jelasnya.
Karena itu, Giyarni menekankan pentingnya wawasan kebangsaan ditekankan sejak usia dini. Anak-anak generasi calon pemimpin bangsa harus digembleng wawasan kebangsaan, agar mental dan moral mereka tertata dan terlatih mulai dari sekarang.
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Koko Triarko / Foto : Harun Alrosid
